Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Cerita di Balik Salah Satu Kopi Susu Terburuk Sepanjang Masa!

Judithya PitanaJudithya Pitana
Cerita di Balik Salah Satu Kopi Susu Terburuk Sepanjang Masa! - Main Photo
Cerita di Balik Salah Satu Kopi Susu Terburuk Sepanjang Masa!
Banyak cara supaya secangkir kopi jadi nggak enak buat diminum. Kurang gula, kurang susu, kurang kopi, sebut saja sendiri alasannya. Tapi akhir minggu lalu, ada orang kurang beruntung yang minum kopi terburuk sepanjang masa, dan hal ini berhubungan dengan sebuah beauty blender.
Beauty Blender Gross Twitter2
Photo Source:  Glamour.com
Buat kamu yang belum tahu kegunaan benda tersebut, silakan tanya teman cewekmu. Telur? Bukan. Hidung Badut? Bukan juga. Buah pear yang dicat pink? Bukan! Si kecil warna pink ini namanya beauty blender, sering digunakan oleh cewek-cewek untuk mengaplikasikan foundation ke wajah (makanya banyak cewek yang wajahnya terlihat kinclong!). Si kecil warna pink ini bisa membantu meratakan warna kuit wajah dan menyamarkan noda di wajah, pas buat kamu yang mau terlihat semakin cantik di hari Valentine. Yang nggak bisa dilakukan oleh benda ini? Bikin kopi susu!
Kopi Paling Tidak Enak Sepanjang Masa3
Photo Source:  Nimff McManus
Postingan Twitter di atas berasal dari seseorang yang ingin membersihkan beauty blender-nya, dengan cara merendamnya di dalam air hangat. Ia kemudian meninggalkan beauty blender tersebut, yang kemudian disangka secangkir kopi susu atau teh susu oleh sang adik. Memang sih, kalau nggak diperhatikan dengan detail, cairan itu terlihat seperti secangkir kopi susu yang menyegarkan! Bayangin nggak rasanya, minum cairan seperti kopi yang ternyata mengandung rias wajah, bedak, sampai kotoran dan minyak-minyak yang menempel pada wajah? Duh, kayaknya lebih baik nggak usah dibayangin, ya!