Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Unik! 9 Wadah Makanan Tradisional Khas Indonesia Ini dari Daun Pisang

Asteria DitaAsteria Dita
pembungkus daun pisang - Photo 1
sasmitaedo
Indonesia terkenal dengan beragam makanan tradisionalnya yang unik dan autentik. Mulai dari cita rasanya hingga cara penyajiannya pun berbeda dengan makanan modern zaman sekarang. Salah satu yang masih bertahan adalah cara penyajian dengan daun pisang. Berbagai bentuk dan nama yang berbeda menjadi sebutan khas saat daun pisang digunakan sebagai alas atau bungkus makanan. Biar nggak salah sebut, simak dulu yuk penjelasannya lengkapnya berikut.
Biar selalu tau yang unik-unik tentang dunia kuliner, langsung saja download Qraved App sekarang!

1. Pincuk

2
Photo Source:  r47natjan
Kata pincuk sering terdengar saat kamu menyambangi spot makan pecel atau nasi ayam khas Semarang. Seperti bentuk yang bisa dilihat, pincuk daun pisang dibuat dengan cara melipat, kemudian menyematkan lidi di ujungnya sehingga memberi lekukan. Nah, lekukan tersebut digunakan untuk meletakkan makanan yang kita pesan, sekaligus sebagai pegangan agar makanan tidak tumpah.

2. Sudi

3
Photo Source:  sasmitaedo
Kalau yang satu ini bentuknya bundar kecil dengan cekungan kecil di tengah sebagai penyangga agar dapat berdiri tegak. Sudi biasanya digunakan untuk tempat meletakkan makanan kecil seperti klepon dan cenil. Seperti pincuk, sudi juga diberi sematan lidi untuk mengaitkan sisi satu dengan sisi yang lainnya.

3. Samir

4
Photo Source:  hobimakanenak
Bukan baju atau kue, samir yang dimaksud di sini merupakan alas makanan yang berbentuk bulat. Untuk samir, kamu hanya perlu mengguntingnya sesuai ukuran yang diinginkan dan disesuaikan dengan piring saji yang digunakan. Bisa digunakan sebagai alas piring makan, tampah, atau mangkuk.

4. Pasung

5
Photo Source:  puntenpandeglang
Pasung lebih dikenal karena nama kue tradisional khas Banten, yaitu kue pasung. Kue yang punya rasa manis dengan tekstur yang kenyal ini terbuat dari bahan dasar tepung beras dan gula merah. Satu hal yang bikin menarik perhatian adalah bungkus luarnya yang menggunakan daun pisang berbentuk corong.

5. Takir

6
Photo Source:  meoninsta
Kalau pincuk hanya menggunakan sematan lidi di salah satu sisi, takir menggunakannya di kedua sisi. Hal tersebut membuat bentuknya tampak seperti perahu yang terbuat dari daun pisang. Takir biasanya digunakan untuk meletakkan makanan berkuah, aneka jajanan, atau lauk pauk.

6. Sumpil

7
Photo Source:  makankeliling
Seperti halnya pasung, nama sumpil juga lebih dikenal berkat makanan khas Kendal, yaitu ketupat sumpil. Sumpil berbentuk limas segitiga dan biasanya dibungkus menggunakan daun bambu. Namun, cara membungkus ini juga bisa kamu terapkan menggunakan daun pisang atau daun kelapa muda juga, lho.

7. Tum

8
Photo Source:  just_makan_id
Kalau melihat sekilas pastinya kamu familiar dengan bentuknya dong. Yup, tum ini sering kamu jumpai dalam berbagai jenis makanan yang dijual di pasar. Sebut saja botok, garang asem, atau tapai. Dalam versi modern, tum tidak lagi menggunakan lidi untuk menguncinya, melainkan sudah menggunakan staples.

8. Tempelang

9
Photo Source:  aidistyleshop
Namanya memang terdengar aneh, tetapi kalau kamu sudah melihat bentuknya pasti langsung tahu. Tempelang biasa dijumpai dalam aneka box hantaran. Cara membungkus ala tempelang pun sangat simpel, hanya menekuk kedua ujungnya ke arah tengah. Kamu bisa juga menambahkan selembar daun pisang di tengahnya sebagai penutup. Selain nasi, tempelang juga sering digunakan untuk wadah getuk, ketan, dan tiwul.

9. Pinjung

10
Photo Source:  cicikuliner
Pinjung mirip seperti sumpil karena bentuknya yang sama-sama limas. Namun kalau dilihat lebih saksama, bentuknya memang berbeda. Kamu akan lebih mengenal bentuk pinjung dari jajanan bacang atau kue tradisional lainnya. Biasanya untuk mengikatnya digunakan tali agel atau tali rafia.