Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Mengenang Kepergian Yu Djum, Sang Ikon Gudeg di Indonesia

Chandra WijayaChandra Wijaya
Mengenang Kepergian Yu Djum, Sang Ikon Gudeg di Indonesia1
gudegyudjumpusat
Fisik yang pergi, nggak ikut membuat kenikmatan sebuah gudeg bernama Yu Djum turut pergi. Selamat jalan Ibu Djuariah, pelopor gudeg ternama di Yogyakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1950 ini bakal selalu dikenang, nggak akan pernah habis dimakan jaman. Untuk itu, sebuah gelar dengan title "legendaris" memang patut didedikasikan untuknya. Bayangin, sejak masih muda, tepatnya saat umur 17 tahun, Ibu Djuariah udah menunjukkan kebolehannya mengolah makanan tradisional dengan rasa yang jauh dari kata sederhana.  Selama 85 tahun pula, Ibu Djuariah begitu mahir dalam menyajikan nangka muda atau biasa disebut gori yang kemudian diberi bumbu-bumbu seperti gudeg pada umumnya. Hanya saja, proses memasaknya menggunakan kayu bakar dan telah melalui proses pembakaran selama 18 jam. Belum selesai sampai disitu penyajiannya, isiannya masih terdiri dari sambel krecek, tahu-tempe bacem, dan cabe rawit rebus yang dilambari daun pisang. Kenikmatannya memang luar biasa, bahkan sudah menjadi destinasi para turis lokal dan mancanegara untuk berwisata kuliner. Kami semua sebagai warga Jakarta pun turut berbela sungkawa. Sampai kapanpun, cita rasa gudeg khas Yu Djum tak akan tergantikan. Tapi untuk mengenang ikon gudeg di Indonesia, Qraved akan memberi sedikit info untuk menyantap gudeg di Jakarta. Biar rasanya tetap tak bisa disandingkan, bukan berarti jauh dari kata nikmat. Rest In Peace Ibu Djuariah.
Gudeg Bu Dibyo Selamat Jalan Yu Djum2View All Photos
Photo Source:  @gudegbudibyo
Pertama, kamu bisa jadikan Gudeg Bu Dibyo sebagai destinasi pertama. Biar cita rasa nggak se-otentik khas Yu Djum, tapi yang ini otentik khas Jogja banget. Gudeg Bu Dibyo memiliki banyak varian lauk dan siraman areh santan yang lezat. Potongan nangka muda yang dimasak dengan santan hingga berwarna cokelat, lalu disiram kuah atau areh kental. Nyam!
Gudeg Bu Tjitro Selamat Jalan Yu Djum3View All Photos
Photo Source:  Gudeg Bu Tjitro
Di kawasan Pondok Bambu, kamu juga bisa temuin Gudeg Bu Tjitro. Tekstur makanan di sini sangat dijaga. Areh kental dan krecek yang cukup kering bikin rasanya jadi juara banget, belum lagi tambahan telor semur dan opor ayam. 
Gudeg Pak Atmo Selamat Jalan Yu Djum4View All Photos
Photo Source:  foodventurewithkokoya
Adapun Gudeg Pak Atmo. Lokasinya pun cukup strategis dan mudah ditemukan di daerah Gandaria. Jangan sampai kelewatan opor ayam yang jadi favorit banyak orang pula.
RM Adem Ayem Selamat Jalan Yu Djum5View All Photos
Photo Source:  RM Adem Ayem
Banyak pula yang mengenal RM Adem Ayem. Kenikmatan gudeg di tempat ini memang tak tertandingi pula. Biarpun bukan menjadi fokus utama kahs restoran ini, tapi cita rasa krecek yang garing dan renyah, plus potongan nangka juga bersahabat sekali di lidah.
Gudeg Pejompongan Selamat Jalan Yu Djum6View All Photos
Photo Source:  @manameishospie
Siap-siap terlena dengan satu porsi berisikan tahu tempe bacem, opor ayam, ditambah gudeg yang bumbunya sangat meresap ke dalam. Gudeg Pejompongan juga cukup ramai diincar banyak orang. Satu porsi aja nggak terasa cukup.