Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Sering Minum Kopi Panas Berisiko Picu Kanker? Temukan Faktanya!

Happy FerdianHappy Ferdian
Kandungan kafein pada kopi telah banyak disebut sebagai salah satu pencegah kanker. Namun ternyata, ada beberapa kondisi tertentu yang menjadikan minuman berkafein ini justru memicu kanker ganas. Salah satunya adalah, sebagaimana dikutip dari Scientificamerican.com, terlalu sering menyeruput kopi dalam kondisi panas, disebut berisiko memicu kanker, yang dipicu oleh adanya zat karsinogenik.
Sebagaimana diketahui, karsinogenik merupakan senyawa kimia yang kerap memicu muncul sel-sel kanker pada tubuh. Zat ini biasanya terbentuk pada makanan dan minuman yang disajikan sangat panas.
Menurut studi ilmiah yang dilakukan oleh Badan Penelitian Kanker Internasional berbasis, yang berbasis di Amerika Serikat, zat karsinogenik pada kopi panas disebut bisa memicu kanker esofagus ganas yang menyerang saluran pencernaan menuju lambung.
Bahkan, peneliti terkait juga menemukan bahwa zat karsinogenik tersebut turut berpotensi sebagai bagian dari kategori 2B, bersama dengan kloroform dan timbal, yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan fatal.
2
Photo Source: Medicalherald.com
Adapun kanker eksofagus sendiri, diketahui merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di ranah penyakit kanker, di mana utamanya menyerang orang-orang yang sulit mengatur pola makan.
Di Amerika Serikat sendiri, jenis kanker ini diketahui menyebabkan lebih dari 400 ribu orang meninggal, setidaknya selama satu dekade terakhir. Dalam evaluasi studi tersebut, para ilmuwan meneliti hewan yang diberikan minuman panas. Ketika obyek studi sering terpapar minuman panas di atas 65 derajat Celcius, efek karsinogenik di tubuhnya diketahui meningkat dengan cepat.
Beberapa percobaan itu dilakukan pada tikus. Hewan pengerat itu diberikan minuman panas, termasuk kopi. Ternyata hasil studinya dapat mendorong perkembangan tumor di kerongkongan, yang menjadi cikal bakal kanker eksofagus.
Menurut juru bicara WHO di Jenewa, Gregory Hartl, temuan tersebut belum bisa dikatakan sempurna karena baru terbatas pada bukti kecil pada sebagian hewan dan manusia. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan keabsahan fungsinya.
3
Photo Source: Pinterest.com.au
Tidak hanya pada kopi panas, bahaya zat karsinogenik juga turut mengancam pada beberapa minuman lain, dan bahkan makanan.
Untuk itu, peneliti menyarankan untuk menikmati makanan dan minuman dalam kondisi hangat, bukan saat masih panas. Peneliti juga menyakinkan bahwa makanan panas bukan jaminan untuk mendapat cita rasa lezat dari sebuh olahan kuliner.
Jadi, jangan terlalu sering menyantap serta menyeruput makanan dan minuman panas, ya!