Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

Bukan Bertekstur Crispy, Begini Sejarah Rendang Asli Minangkabau

Sharima UmayaSharima Umaya
Dunia dihebohkan dengan tereliminasinya salah satu kontestan Masterchef UK yang dikomentari bahwa ia salah dalam mengeksekusi rendang. Lantas, sebenernya kayak gimana sih, tekstur rendang? Mau tau sejarah asal mulanya rendang?
Sebelum baca artikel ini, kamu bisa mendapatkan pengetahuan mengenai dunia kuliner cuma dengan download Qraved app, lho! Buat yang belum download, buruan deh download!
Siapa sih di belahan bumi pertiwi yang tak mengetahui rendang? Jangankan di Indonesia, pamor dari makanan yang satu ini, sudah diakui di tingkat internasional dengan penghargaan dari CNN yang didapatkan rendang yang duduk di peringkat atas CNN World's Best Food.
Bukan Bertekstur Crispy, Begini Sejarah Rendang Asli Padang  - GNFI
Photo Source: GNFI
Rendang dan Nasi Goreng menduduki peringkat 1 dan 2, bahkan mengalahkan makanan populer dari negara lain seperti Sushi, Ramen, Dim Sum, dan Tom Yam! Sungguh luar biasa bukan?
Napak tilas makanan yang sangat istimewa ini dimulai sejak abad ke-16. Rendang sendiri memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang. Apa saja itu?
Dagiang (Daging Sapi): Dagiang melambangkan Niniak Mamak atau para pemimpin suku adat.
Karambia (Kelapa): Karambia melambangkan kaum intelektual.
Lado (Cabai): Lado melambangkan alim ulama yang tegas untuk mengajarkan syariat agama
Pemasak (Bumbu): Lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau
Bukan Bertekstur Crispy, Begini Sejarah Rendang Asli Padang  - Wikipedia
Photo Source: Wikipedia
Dalam tradisi Melayu, baik di Riau, Jambi, Medan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kenduri khitanan, ulang tahun, pernikahan, barzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.
Menurut sejarahwan Gusti Anan, catatan literatur abad ke-19 dimana tertulis bahwa masyarakat Minang darat sering bepergian menuju Selat Malaka hingga Singapura. Perjalanan tersebut mereka lalui dengan jalur air dan bisa memakan waktu kurang lebih sekitar satu bulan. Mengingat tidak adanya perkampungan di sepanjang perjalanan itu, para perantau ini pasti sudah menyiapkan bekal makanan yang akan tahan hingga waktu yang lama, dan makanan itu adalah rendang. Gusti juga menduga bahwa pembukaan kampung baru di pantai timur Sumatera hingga Singapura, Malaka, dan Malaysia oleh masyarakat Minang pada abad ke-16 juga sudah mengikutsertakan rendang sebagai makanan mereka karena perjalanan tersebut butuh waktu berbulan-bulan.
Sejarah mengenai Rendang juga ditemukan di catatan harian milik Kolonel Stuers tahun 1827. Disebutkan, Rendang sendiri berasal dari kata “merandang,” yaitu untuk memasak santan hingga kering secara perlahan dan menjaga agar daging tetap lembut, hal ini cocok dengan rendang yang memang butuh waktu lama untuk dimasak hingga kuahnya kering.
Sejarahwan juga percaya bahwa munculnya Rendang tak lepas dari rempah-rempah yang diperkenalkan oleh bangsa Arab dan India.
Jadi sekarang udah tahu kan, sejarah Rendang?