Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

Bahaya Kesehatan di Balik Kelezatan Tutut

Happy FerdianHappy Ferdian
Beberapa waktu belakangan, pamor keong sawah alias tutut, kian populer sebagai camilan favorit. Selain diolah dengan cara direbus dalam kuah rempah yang hangat, tutut juga lezat disantap dalam bentuk sate, dan bahkan keripik.
Namun tahu nggak sih kamu, di balik tekstur kenyal dan cita rasa gurih yang dimilikinya, tutut ternyata memiliki beberapa dampak buruk bagi kesehatan tubuh?
Dilansir dari Halo Sehat, tutut sejatinya merupakan salah satu hewan krustasea (bercangkang) yang memiliki kandungan gizi cukup baik. Dagingnya diketahui memiliki cukip banyak protein, kalsium, folat, fosoft, vitamin A, dan vitamin E.
Sayangnya, karena habitat tutut kerap berada di daerah yang berlumpur, seperti di sawah dan tepian sungai, maka berisiko memicu terjangkitnya beragam penyakit melalui persebaran bakteri jahat. Terlebih oleh dunia pertanian, tutut dianggap hama, sehingga sangat mungkin terpapar zat kimia berbahaya melalui penggunaan pestisida.
Apabila tidak diolah dengan baik, tutut dapat bersifat racun bagi tubuh, dan dalam beberapa kasus khusus, bahkan mampu memicu kematian. Tutut harus dicuci bersih selama beberapa kali dalam air mengalir, guna memaksimalkan upaya pemusnahan bakteri dan partikel jahat yang terdapat dalam tutut.
Berikut adalah daftar penyakit yang disebabkan oleh konsumsi tutut secara tidak hati-hati.

Menyebabkan cacingan

Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Kelezatan Keong Sawah - thehealthsite
Photo Source: thehealthsite
Tutut menjadi salah satu inang perantara cacing Trematoda. Cacing yang berbentuk seperti daun ini dapat bertumbuh dan berkembang dalam usus manusia.
Untuk menghindari penularan cacing pada manusia sebaiknya tutut dimasak sempurna. Hal ini disebabkan karena ada beberapa budaya masyarakat yang mengonsumsi tutut dalam keadaan setengah matang sebagai bahan campuran anggur maupun sate.

Infeksi kronis

 - Britanica.com
Photo Source: Britanica.com
Schistosomiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing Schistosoma. Schistososmiasis urogenital menyebabkan kerusakan pada sistem kemih, ureter, kerusakan ginjal dan gagal ginjal. Cacing schistosoma masuk melalui pori-pori kulit. Sedangkan schistosomiasis usus menyerang sistem pencernaan dengan gejala sakit perut, diare, hingga kotoran berdarah.
Jika infeksi usus terus terjadi dapat menyebabkan hati membesar dan akumulasi cairan dalam rongga peritoneal bisa terjadi. Penyakit schistosomiasis termasuk dalam penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Penyebarannya selain melalui konsumsi tutut juga melalui penggunaan air yang telah tercemar cacing yang berkembangbiak pada kerbau dan manusia.

Meningitis

 - PBS.org
Photo Source: PBS.org
Penyakit meningitis salah satunya disebabkan oleh cacing Angiostrongylus Cantonensis. Cacing jenis ini dapat masuk pada tubuh manusia apabila tutut tidak dimasak dengan benar sampai matang sempurna atau bahkan dikonsumsi dalam keadaan mentah. Selain itu cacing juga dapat menular melalui kontak langsung dengan mata, hidung, dan mulut.