Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Atlet Sebelum Bertanding

Happy FerdianHappy Ferdian
Pola diet seorang atlet lebih dari sekadar kalori. Makanan yang tepat meningkatkan pasokan energi, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perbaikan massa otot, dua hal yang menjadi modal utama untuk selalu siap bertanding. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua makanan sehat benar-benar sesuai harapan, karena ternyata beberapa di antaranya dapat berdampak buruk, menghambat pengelolaan energi. Apa saja daftar makanan sehat yang sebaiknay tidak dikonsumsi atlet saat bertanding? Berikut beberapa di antaranya.
Jangan lupa download aplikasi Qraved untuk temukan beragam informasi kuliner menarik lainnya.

1. Asupan Gula

 - Self.com
Photo Source: Self.com
Konsumsi gula buatan tentu saja dilarang, tetapi tidak lantas mengamini asupan berlebih pada pemanis alami. Meskipun seorang atlet membutuhkan lebih banyak kalori daripada orang kebanyakan, namun bukan berarti bebas menyantap makanan manis, karena alasan sebagai salah satu sumber tenaga. Terlalu banyak gula juga menyebabkan lonjakan insulin, mendorong tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak.

2. Rice Cake

 - Wikimedia
Photo Source: Wikimedia
Kudapan ringan ini telah lama memiliki reputasi "sehat", tetapi nyatanya menurut analis gizi, justru hampir tidak ada nutrisnya. Ya, kudapan ini membanggakan jumlah kalori rendah, tetapi atlet membutuhkan kalori lebih untuk menjaga cadangan energi mereka. Belum lagi camilan kecil yang renyah ini akan membuat gula darah melonjak. Rice cake dapat memiliki indeks glikemik setinggi 91, tidak jauh dari glukosa murni, yang memiliki indeks 100.

3. Roti

 - Jardencs.com
Photo Source: Jardencs.com
Pasta, nasi, dan roti sebenarnya tidak membahayakan, namun tidak ideal bagi konsumsi atlet, karena kurang akan kandungan nutrisi dan serat. Tepung putih olahan terbuat dari pengupasan serat, bibit gandum, dan vitamin B penting dari kernel gandum — yang tersisa adalah produk makanan yang diproses. Ketika dikonsumsi, bisa meningkatkan kadar insulin dan berkontribusi terhadap penurunan energi dan berat badan, jauh berbeda dengan produk olahan gandum asli.

4. Granola

 - Pioneer Woman
Photo Source: Pioneer Woman
Ya, ini bukan omong kosong. Granola mungkin tampak sehat, dengan oat berserat sebagai dasarnya, tetapi tidak sepenuhnya benar. Kebanyakan versi sereal datang dengan jumlah gula yang tinggi, lemak yang tidak perlu, dan jumlah kalori yang berlebihan. Sementara orang yang sangat aktif membutuhkan kalori dan serat secara seimbang, sehingga granola memiliki lebih besar dampak negatif daripada manfaatnya. Semangkuk oat dengan sendok mentega kacang adalah alternatif yang jauh lebih baik.

5. Sports Drink

 - Wikihow
Photo Source: Wikihow
Kecuali kamu melakukan latihan yang sangat panjang dan ketat, menenggak sports drink adalah hal yang tidak perlu. Minuman yang diperkuat dengan elektrolit biasanya mengandung hingga 34 gram gula, jadi seorang atlet lebih baik minum air dan mengisi bahan bakar dengan makanan dan minuman lain. Penelitian juga mendukung hal itu, di mana sebuah studi berjudul Opens a New Window pada jurnal Obesity, menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu atau lebih sports drink setiap hari, akan mengalami penambahan berat badan selama rentang tiga tahun, daripada mereka yang tidak.

6. Jus Buah

 - Amazon
Photo Source: Amazon
Buah, sebagaimana kamu tahu itu mengandung vitamin dan mineral penting, tetapi juga memiliki muatan gula. Terlebih lagi, ia tidak memiliki komponen dalam buah --kulit dan daging berserat-- yang menyimpan sebagian besar nutrisinya. Dan karena kamu tidak mengunyah, gula (sebagian besar fruktosa) dikirim ke hati dengan sangat cepat, yang kemudian disimpan sebagai lemak.