Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

5 Bahaya yang Mengintai Dibalik Beras Merah

Happy FerdianHappy Ferdian
Para ahli diet dan gizi sering menekankan bahwa sebaiknya kita sering makan makan nasi merah dan gandum, utuh mendapat kandungan protein dan serat yang tinggi. Selain itu, jenis beras ini juga rendah akan kandungan indeks glikemik, yang tentunya efektif untuk diserap oleh tubuh.
Saran di atas belum tentu yang terbaik, terutama untuk altet yang secara konsisten berlatih keras. Memang benar beras merah mengandung protein, tetapi jenisnya kurang bisa diresapi dengan baik oleh tubuh, dibandingkan protein hewani.
Beras merah juga dilaporkan memiliki tingkat arsenik anorganik yang tinggi yang merupakan racun yang diketahui berpotensi menyebabkan kanker hati, paru-paru, ginjal, dan kandung kemih. Beberapa arsenik hanyalah mineral alami, tetapi jenis anorganik berasal dari bahan kimia dan pestisida.
Lebih dari itu, beras merah ternyata punya beberapa dampak buruk bagi kesehatan, seperti berikut.

1. Bahaya Alpha-Picolinic Acid

 - Steamy Kitchen
Photo Source: Steamy Kitchen
Beras merah yang ditanak tidak bisa disimpan lama, maksimal hanya boleh 12 jam setelah matang. Seiring waktu, lingkungan yang lembab dan kaya nutrisi dari beras merah dapat berfungsi sebagai tempat berkembang biak untuk berbagai jamur, bakteri, dan jamur. Tryptophan, suatu asam amino yang ada dalam beras merah, dapat diubah oleh beberapa mikroorganisme ini menjadi senyawa yang disebut asam alpha-picolinic. Jika dikonsumsi, asam alpha-picolinic dapat menyebabkan hipersensitivitas dan apoptosis padi, suatu kondisi yang melibatkan kematian sel yang dipercepat dan kerusakan jaringan.

2. Bahaya Jamur yang Tidak Terlihat

 - Fitstop
Photo Source: Fitstop
Di antara jamur dan bakteri yang dapat tumbuh di beras merah, bagian Aspergillus flavi termasuk yang paling berbahaya. Jamur ini, yang dikenal sebagai aflatoksin, berpotensi menyebabkan kanker jika dikonsumsi.
Karena jamur ini dapat tumbuh pada beras yang dimasak dan tidak dimasak, penting untuk menyiapkan beras dengan benar dan mengonsumsinya sesegera mungkin setelah memasak untuk menghilangkan risiko mengonsumsi aflatoksin. Meskipun risiko keracunan aflatoksin relatif rendah, persiapan yang tepat, penyimpanan dan pembelian yang sadar kesehatan dapat membantu Anda untuk menghindari banyak bahaya yang terkait dengan makan beras merah.

3. Intaian Racun pada Asam Fitat

 - Ask Fitnees Couch
Photo Source: Ask Fitnees Couch
Asam fitat dianggap sebagai "anti-nutrisi" yang mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi yang bermanfaat, karena memiliki afinitas mengikat yang kuat terhadap mineral penting. Sebagai contoh, ketika zat besi dan seng berikatan dengan asam fitat, mereka menjadi tidak larut dan sulit untuk diserap oleh usus.

4. Bisa Mengakibatkan Sulit Gemuk

 - Medical News Today
Photo Source: Medical News Today
Khalayak paham betul bahwa beras remah rendah kalori, rendah lemak dan memiliki karbohidrat, tetapi mampu menekan rasa lapar lebih lama sehingga menyebabkan seseorang kehilangan selera untuk makan makanan jenis lain yang lebih bergizi. Jika dikonsumsi terus menerus tanpa diimbangi gizi yang seimbang, maka dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi, yang kemudian berujung pada menurunnya berat badan.

5. Berisiko Picu Gangguan Mental

 - Texas Public Radio
Photo Source: Texas Public Radio
Beras merah juga disebut memiliki kandungan senyawa kimia pemicu leaky gut syndrome, yang dapat menyebabkan jaringan usus rusak dan mengganggu kelancaran aliran darah. Jika hal ini tejadi, maka bakteri atau mikroba lain dapat dengan mudah mengurai, sehingga meningkatkan resiko munculnya gangguan pada saraf, pembuluh darah serta jaringan otak yang mengacu pada kelainan mental.