Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

5 Bahaya Dibalik Kenikmatan Ikan Asin

Happy FerdianHappy Ferdian
Banyak yang bilang bahwa menyantap ikan adalah salah satu cara terbaik dalam meningkatkan daya fokus otak, di mana utamanya dipicu oleh kandungan protein serta omega 3 yang tinggi. Namun, bagaimana dengan ikan asin? Apakah masih menyimpan manfaat baik layaknya ikan segar? Tentu saja tidak, karena beberapa penelitian menyebut bahwa jenis makanan yang diawetkan hampir sama buruknya dengan junk food. Apalagi jika disantap terlalu sering, bisa berisiko membuat tubuh mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga gejala kanker.
Lantas apa saja bahaya jika menyantap ikan asin berlebihan? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Risiko Tercemar Logam Berat

 - Liputan6.com
Photo Source: Liputan6.com
Sangat sedikit seafood segar yang dioah menjadi ikan asin, dibandingkan dengan mayoritas bahan baku hasil sortiran. Secara sederhana, berbagai ikan segar yang berkualitas unggul cenderung ditawrakan apa adanya. Sedangkan yang berkualitas standar, atau di bawahnya, kerap diolah menjadi ikan asin guna meningkatkan nilai jualnya. Namun, seringkali ada oknum tidak bertanggung jawab yang mengambil ikan dari kawasan tercemar, di mana bisa memicu penyerapan logam-logam yang berbahaya bagi tubuh. Apalagi jika proes pembuatannya tidak higienis, bisa dipastikan dampaknya semakin buruk bagi kesehatan.

2. Kelebihan Jumlah Garam

 - Beyond Kimchee
Photo Source: Beyond Kimchee
Garam telah dikenal sebagai alat bantu pengawestan alami, yang teknologinya sudah eksis sejak ratusan tahun silam. Garam diketahui mampu membuat daging ikan menjadi bertekstur solid, sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Namun, penggunaan garam pada ikan asin sangatlah banyak, di mana melebihi anjuran minimun pada asupan manusia setiap harinya, yang sebanyak 5 sendok. Kebanyakan mengonsumsi garam dapat memicu karies pada gigi, melukai lambung, hingga menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

3. Terancam Darah Tinggi

 - Pobela.com
Photo Source: Pobela.com
Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada penderita penyakit diabetes, hipertensi ringan, orang berusia lanjut, atau mereka yang berkulit hitam. Kabar buruknya, darah tinggi tidak selalu mudah terlihat dampaknya, dan akan terus bertambah intensitasnya jika pola makannya tetap buruk. Jika sudah begini, maka siap-siap merasakan nyeri kepala teramat sangat, badan letih, dan bahkan bisa berujung pada kesemutan dalam jangka waktu lama.

4. Memicu Serangan Jantung

 - Reader's Digest
Photo Source: Reader's Digest
Kandungan garam yang tinggi pada ikan asin ternyata juga dapat memicu penyumbatan darah, yang jika sampai pada tingkat akut, maka akan membuat fungsi jantung terganggu. Sebagaimana kita tahu, jantung memainkan peranan penting dalam memompa darah untuk kelancaran fungsi organ tubuh. Menurut penelitian yang di lakukan di AS, bahwa kelebihan garam bisa meningkatkan resiko penyakit jantung hingga 20 dalam waktu cepat.

5. Berisiko Picu Kanker

 - Medical News Today
Photo Source: Medical News Today
Kebiasaan makan ikan asin yang terlalu sering dapat memicu berkembangnya sel kanker, terutama pada tenggorokan. Hal itu disebabkan oleh adanya zat kimia nitrosamin yang digunakan pada proses pengawetan ikan asin melalui penggaraman. Senyawa nitrosamin sendiri merupakan karsinogenik (senyawa penyebab kanker), yang tercipta dalam proses pengasinan dan penjemurannya.