Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

+6221 292 23070+62822 613 00800
Download The App

4 Risiko Terlalu Sering Mengonsumsi Telur Setengah Matang

Happy FerdianHappy Ferdian
Banyak orang menggemari telur setengah matang karena sensasi unik ketika menyantapnya. Bayangkan, saat membelah kuning telur setengah matang, karakter lumernya begitu menggoda secara visual, tekstur, dan juga rasanya. Maka tidak heran jika kini semakin banyak menu makanan menyertakan bentuk sajian telur ini sebagai menu pendamping yang memperkasa rasa sebuah makanan.
Berbeda dengan sayuran dan buah, telur yang merupakan produk hewani, sebaiknya memang diolah hingga matang sebelum disantap. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari perkembangan bakteri jahat yang tidak diinginkan dari produk-produk hewani. Namun lebih dari itu, telur setengah matang juga bisa berakibat lebih buruk pada beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Tidak masalah sesekali menyantap telur setengah matang untuk memperkaya pengalaman kulinermu. Namun sebelumnya, perlu diketahui pula beberapa risiko buruknya, seperti beberapa yang dijabarkan di bawah ini.

Mengandung Zat Avidin

 - Kagama TP
Photo Source: Kagama TP
Zat avidin sejatinya berfungsi melindungi embrio pada telur dari ancaman kerusakan gizi. Namun bagi manusia, zat avidin yang masih aktif, termasuk salah satunya yang tampak pada telur setengah matang, berisiko menghambat penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh, mengingat salah satu kemampuannya adalah untuk mengikat biotin. Beberapa gejala kesehatan yang dipicu oleh zat avidin, di antaranya adalah eksim, dermatitis, dan gejala kebotakan.

Ancaman Bakteri Salmonela

Sama seperti kekhawatiran pada beragam sajian non-cooked dari produk hewani, telur setengah matang juga berpotensi buruk masih menyimpan bakteri salmonea di dalamnya. Bakteri ini akan menyebabkan berbagai penyakit yang utamanya berhubungan dengan fungsi pencernaan tubuh, di mana akan bereaksi dengan mudah ketika kondisi imun lemah. Oleh karenanya, telur setengah matang sangat dilarang untuk disantap oleh anak-anak dan lansia, yang memiliki sistem pencernaan tidak sebaik manusia di usia produktif.

Bahaya Kandungan Ovomucoid

 - Slate.com
Photo Source: Slate.com
Ovomucoid adalah jenis protein yang berperan sebaga antitrispin, di mana utamanya akan membahayakan kesehatan kulit, seperti timbulnya rasa gatal, pembengkakan, dan ruam merah. Kandungan ovomucoid juga disebut sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas kasus alergi ketika menyantap telur.

Kemungkinan Adanya Kandungan Melamin

 - Brilio
Photo Source: Brilio
Melamin merupakan zat turunan plastik yang memicu bahaya kesehatan jika terkonsumsi oleh tubuh. Mengingat karakter plastik yang berisfat parasit, maka kehadiran melamin pada telur --terlebih yang diolah setengah matang-- akan membuat gangguang pada sistem metabolisme tubuh, bahkan pada kasus terparahnya bisa berisiko merusak ginjal. Diduga kuat, kandungan melamin pad atelur berasal dari pakan ayam non-organik. Oleh karenanya, pastikan untuk tidak menyantap telur setengah matang yang berasal dari peternakan ayam negeri.