Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App
Rumah Kopi Gembira Kawangkoan - banner 0Rumah Kopi Gembira Kawangkoan - banner 1Rumah Kopi Gembira Kawangkoan - banner 2

Rumah Kopi Gembira Kawangkoan

4.115 reviews
Coffee & Tea • Kelapa Gading • Below 100K
CLOSED Open on Today 06:30 - 18:00
Opening Hours
Monday06:30 - 18:00
Tuesday06:30 - 18:00
Wednesday06:30 - 18:00
Thursday06:30 - 18:00
Friday06:30 - 18:00
Saturday06:30 - 16:00
Sunday06:30 - 15:00
Dismiss
CallBeen HereShare

Photos of Rumah Kopi Gembira Kawangkoan

 Rumah Kopi Gembira Kawangkoan Karina Marpaung 617167
Jl. Kelapa Kopyor Raya Blok M1 No. 10Show In Google Maps >
Services
halal
smoking-area
take-away

Reviews of Rumah Kopi Gembira Kawangkoan

5
4
3
2
1
4.1
15 ratings
 - Randy Nurfadly
Randy Nurfadly
0 photo1 reviewJun 28, 2017
Tempat sarapan alternatif di Kelapa Gading
Untuk sarapan di kelapa gading menu yang paling banyak ialah Bakmi ayam. namun Rumah Kopi ini bisa menjadi alternatif lain, dengan menyajikan bubur manado, nasi kuning manado yang dapat menggantikan menu sarapan kita. Kalian wajib mencoba Bakpao nya, rasanya enak dan empuk
 - @queenollay2310
@queenollay2310
in InstagramOct 26, 2021
Pisang goreng nya gak terlalu manis, jadi gitu dicocolin ma sambel.. rasanya cucoooookkk banget... #manadonese #kulinerjkt #kulinerkelapagading #makandigading #ngopidigading #jakarta #foodgasm #foodporn #jktfoodies
Pisang goreng nya gak terlalu manis, jadi gitu dicocolin ma sambel.. rasanya cucoooookkk banget... #manadonese #kulinerjkt #kulinerkelapagading #makandigading #ngopidigading #jakarta #foodgasm #foodporn #jktfoodies
 - @crizto1711
@crizto1711
in InstagramOct 26, 2021
Perfecto 💪
Perfecto 💪
 - @olvi3
@olvi3
in InstagramOct 26, 2021
Makaannn
Makaannn
 - Rumah Kopi Gembira Kawangkoan cab Jkt
Rumah Kopi Gembira Kawangkoan cab Jkt
2 photos1 reviewApr 29, 2016
70 tahun Rumah Kopi Gembira Kawangkoan (1946-2016)
Home / Minahasa / Minahasa Induk / Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun - Manado Post 23 Apr 2016 11:24 Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun MASIH EKSIS: Rumah Kopi Gembira tetap ramai pengunjung. Ini dikarenakan cita rasa khas yang tetap dipertahankan turun-temurun. Foto: Surya Kawung/MP Tua namun eksis. Itulah Rumah Kopi Gembira. Rumah Kopi yang terletak di Kawasan pusat Kawangkoan ini, selalu ramai didatangi pelanggan. Pemilik mengaku kedai ini sudah didirikan sejak 1946. Kedai ini memang tak pernah sepi. Pengunjung baru selalu datang. Dari dulu. Owner Rumah Kopi Gembira Silvana Soesanto mengatakan, dulu bisnis ini dibuat oleh Ip Tae Hang yang tak lain adalah kakeknya sendiri. Rumah kopi ini diklaimnya sebagai rumah kopi pertama di Sulut. Setelah kakek Sil meninggal, giliran ayahnya Herman Soesanto (80) yang mengelola. Hingga saat ini, Sil dan suaminya Adrian Pradana (52) yang mengambil alih. Sebab usia yang menyebabkan ayahnya harus mencari pengganti. Diakui Sil, rumah kopinya tetap eksis karena mempertahankan cita rasa yang sama, turun-temurun. “Jadi kami kontrol terus proses produksinya. Begitu juga dengan pelayanan di sini. Semboyan kami, cepat, tepat, mantap rasanya,” ujarnya bersemangat. Dulu, sambung Sil, nama rumah kopinya adalah Kamweng. Namun, nanti setelah tahun 1962 baru diubah menjadi Gembira. Usaha kakeknya berubah nama setelah dikelola ayahnya. “Menunya dulu kue kampung ‘bobengka’. Setelah dua tahun berdiri, barulah ada biapong,” bebernya. Sil pun mengakui tak gampang menjalankan bisnis ini. Ia pernah mengalami masa sulit. ”Omset kami pernah merosot waktu jalan di Tinoor putus tahun 2014. Karena kebanyakan pelanggan datang dari luar Kawangkoan. Namun, karena semangat bisnis yang diturunkan dari kakek, kami tetap bertahan di tengah menjamurnya rumah kopi,” ujarnya. Tahun lalu Sil telah membuka cabang di Kelapa Gading Jakarta, dengan nama rumah kopi yang sama. Omset per bulannya bisa mencapai puluhan juta. “Menu primadona kami yaitu biapong ‘ba’ dan ‘temo’ dan kopi susu. Masing-masing dibanderol Rp9 ribu dan Rp6 ribu,” imbuh wanita 52 tahun ini. Sementara itu, seorang penikmat kopi Yohanes Sidawa mengaku kepincut dengan rumah kopi ini. Ia sudah biasa datang ke Rumah Kopi Gembira. "Kopi di sini rasanya enak. Biapongnya juga sedap. Jadi sering-sering kemari," kuncinya. (ctr-10/adr) - See more at: http://manadopostonline.com/m/berita/13873/Resep-Turun-temurun-Eksis-Hingga-70-Tahun#sthash.BSANZY3P.dpuf
Home / Minahasa / Minahasa Induk / Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun - Manado Post 23 Apr 2016 11:24 Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun MASIH EKSIS: Rumah Kopi Gembira tetap ramai pengunjung. Ini dikarenakan cita rasa khas yang tetap dipertahankan turun-temurun. Foto: Surya Kawung/MP Tua namun eksis. Itulah Rumah Kopi Gembira. Rumah Kopi yang terletak di Kawasan pusat Kawangkoan ini, selalu ramai didatangi pelanggan. Pemilik mengaku kedai ini sudah didirikan sejak 1946. Kedai ini memang tak pernah sepi. Pengunjung baru selalu datang. Dari dulu. Owner Rumah Kopi Gembira Silvana Soesanto mengatakan, dulu bisnis ini dibuat oleh Ip Tae Hang yang tak lain adalah kakeknya sendiri. Rumah kopi ini diklaimnya sebagai rumah kopi pertama di Sulut. Setelah kakek Sil meninggal, giliran ayahnya Herman Soesanto (80) yang mengelola. Hingga saat ini, Sil dan suaminya Adrian Pradana (52) yang mengambil alih. Sebab usia yang menyebabkan ayahnya harus mencari pengganti. Diakui Sil, rumah kopinya tetap eksis karena mempertahankan cita rasa yang sama, turun-temurun. “Jadi kami kontrol terus proses produksinya. Begitu juga dengan pelayanan di sini. Semboyan kami, cepat, tepat, mantap rasanya,” ujarnya bersemangat. Dulu, sambung Sil, nama rumah kopinya adalah Kamweng. Namun, nanti setelah tahun 1962 baru diubah menjadi Gembira. Usaha kakeknya berubah nama setelah dikelola ayahnya. “Menunya dulu kue kampung ‘bobengka’. Setelah dua tahun berdiri, barulah ada biapong,” bebernya. Sil pun mengakui tak gampang menjalankan bisnis ini. Ia pernah mengalami masa sulit. ”Omset kami pernah merosot waktu jalan di Tinoor putus tahun 2014. Karena kebanyakan pelanggan datang dari luar Kawangkoan. Namun, karena semangat bisnis yang diturunkan dari kakek, kami tetap bertahan di tengah menjamurnya rumah kopi,” ujarnya. Tahun lalu Sil telah membuka cabang di Kelapa Gading Jakarta, dengan nama rumah kopi yang sama. Omset per bulannya bisa mencapai puluhan juta. “Menu primadona kami yaitu biapong ‘ba’ dan ‘temo’ dan kopi susu. Masing-masing dibanderol Rp9 ribu dan Rp6 ribu,” imbuh wanita 52 tahun ini. Sementara itu, seorang penikmat kopi Yohanes Sidawa mengaku kepincut dengan rumah kopi ini. Ia sudah biasa datang ke Rumah Kopi Gembira. "Kopi di sini rasanya enak. Biapongnya juga sedap. Jadi sering-sering kemari," kuncinya. (ctr-10/adr) - See more at: http://manadopostonline.com/m/berita/13873/Resep-Turun-temurun-Eksis-Hingga-70-Tahun#sthash.BSANZY3P.dpuf
Home / Minahasa / Minahasa Induk / Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun - Manado Post 23 Apr 2016 11:24 Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 Tahun MASIH EKSIS: Rumah Kopi Gembira tetap ramai pengunjung. Ini dikarenakan cita rasa khas yang tetap dipertahankan turun-temurun. Foto: Surya Kawung/MP Tua namun eksis. Itulah Rumah Kopi Gembira. Rumah Kopi yang terletak di Kawasan pusat Kawangkoan ini, selalu ramai didatangi pelanggan. Pemilik mengaku kedai ini sudah didirikan sejak 1946. Kedai ini memang tak pernah sepi. Pengunjung baru selalu datang. Dari dulu. Owner Rumah Kopi Gembira Silvana Soesanto mengatakan, dulu bisnis ini dibuat oleh Ip Tae Hang yang tak lain adalah kakeknya sendiri. Rumah kopi ini diklaimnya sebagai rumah kopi pertama di Sulut. Setelah kakek Sil meninggal, giliran ayahnya Herman Soesanto (80) yang mengelola. Hingga saat ini, Sil dan suaminya Adrian Pradana (52) yang mengambil alih. Sebab usia yang menyebabkan ayahnya harus mencari pengganti. Diakui Sil, rumah kopinya tetap eksis karena mempertahankan cita rasa yang sama, turun-temurun. “Jadi kami kontrol terus proses produksinya. Begitu juga dengan pelayanan di sini. Semboyan kami, cepat, tepat, mantap rasanya,” ujarnya bersemangat. Dulu, sambung Sil, nama rumah kopinya adalah Kamweng. Namun, nanti setelah tahun 1962 baru diubah menjadi Gembira. Usaha kakeknya berubah nama setelah dikelola ayahnya. “Menunya dulu kue kampung ‘bobengka’. Setelah dua tahun berdiri, barulah ada biapong,” bebernya. Sil pun mengakui tak gampang menjalankan bisnis ini. Ia pernah mengalami masa sulit. ”Omset kami pernah merosot waktu jalan di Tinoor putus tahun 2014. Karena kebanyakan pelanggan datang dari luar Kawangkoan. Namun, karena semangat bisnis yang diturunkan dari kakek, kami tetap bertahan di tengah menjamurnya rumah kopi,” ujarnya. Tahun lalu Sil telah membuka cabang di Kelapa Gading Jakarta, dengan nama rumah kopi yang sama. Omset per bulannya bisa mencapai puluhan juta. “Menu primadona kami yaitu biapong ‘ba’ dan ‘temo’ dan kopi susu. Masing-masing dibanderol Rp9 ribu dan Rp6 ribu,” imbuh wanita 52 tahun ini. Sementara itu, seorang penikmat kopi Yohanes Sidawa mengaku kepincut dengan rumah kopi ini. Ia sudah biasa datang ke Rumah Kopi Gembira. "Kopi di sini rasanya enak. Biapongnya juga sedap. Jadi sering-sering kemari," kuncinya. (ctr-10/adr) - See more at: http://manadopostonline.com/m/berita/13873/Resep-Turun-temurun-Eksis-Hingga-70-Tahun#sthash.BSANZY3P.dpuf
 - Fransisca Pranadhi
Fransisca Pranadhi
0 photo1 reviewJan 26, 2016
Morning Coffee
Our favorite to have Morning Coffee + Snacks after a Morning Jog on Holiday.

Featured in Journal

8 Kedai Kopi Murah yang Wajib Kamu Coba di Kelapa Gading
Restaurants
8 Kedai Kopi Murah yang Wajib Kamu Coba di Kelapa Gading