Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App
Mika Japanese Bistro - banner 0Mika Japanese Bistro - banner 1Mika Japanese Bistro - banner 2

Mika Japanese Bistro

4.27 reviews
Japanese • Kota Kasablanka • Tebet • 100K - 200K
PERMANENTLY CLOSED
Opening Hours
Monday10:00 - 22:00
Tuesday10:00 - 22:00
Wednesday10:00 - 22:00
Thursday10:00 - 22:00
Friday10:00 - 22:00
Saturday10:00 - 22:00
Sunday10:00 - 22:00
Dismiss
CallBeen HereShare

Menu of Mika Japanese Bistro

Mika Japanese Bistro - menu 0
Mika Japanese Bistro - menu 1

Photos of Mika Japanese Bistro

 Mika Japanese Bistro Karina Marpaung 625404
 Mika Japanese Bistro Ganesha Wanda Simanjuntak 616399
 Mika Japanese Bistro Karina Marpaung 614251
 Mika Japanese Bistro Sintya Winarsih 614121
 Mika Japanese Bistro Sintya Winarsih 613815
Kota Kasablanka, Lantai Ground, Food Society, Jl. Casablanca RayaShow In Google Maps >
Description
Located in Casablanca, Mika Japanese Bistro has become famous for it's traditional Japanese menu. Mika Japanese Bistro's signature dishes include Demi-Glace omurice and Beef Sukiyaki Quesadillas. With it’s vintage yet urban interior, Mika Japanese Bistro makes the perfect restaurant for you to have an authentic Japanese dining experience.
Services
Book Online
Go Food
Delivery Service
Free Wifi
Halal
Serves Alcohol
Smoking Area

Reviews of Mika Japanese Bistro

5
4
3
2
1
4.2
7 ratings
 - Karina Marpaung
Karina Marpaung
1 photo1 reviewJan 24, 2018
6 Kari Super Unik di Jakarta yang Siap Menggoda Selera
Sekilas, sajian spaghetti karya Mika Japanese Bistro ini tampak sangat lazim. Namun jika diteliti lebih jauh, sang sajian spaghetti ternyata begitu unik karena menjadi tempat perpaduan antara saus carbonara dan kari.
Sekilas, sajian <i>spaghetti</i> karya Mika Japanese Bistro ini tampak sangat lazim. Namun jika diteliti lebih jauh, sang sajian <i>spaghetti</i> ternyata begitu unik karena menjadi tempat perpaduan antara saus <i>carbonara</i> dan kari.
 - amanda kusuma
amanda kusuma
0 photo1 reviewNov 20, 2017
 - Dian Iriani
Dian Iriani
0 photo1 reviewJun 7, 2017
 - Sintya W
Sintya W
0 photo1 reviewNov 7, 2016
Nice ambience
Dari jaman kuliah sampai sekarang suka banget nongkrong lama-lama di sini karena suasananya enak banget, gak terlalu ramai, dan yang paling penting sih interiornya yang unik. Penuh sama buku-buku tua dan pajangan vintage. Kalau masalah menu, dulu suka banget pesan nachos, tapi sayang sekarang sudah gak ada lagi menu itu. Nice deh buat ngobrol lama sama temen. ☺️👌🏻
 - Putri Laksono
Putri Laksono
2 photos1 reviewDec 6, 2015
MIKA
Dekorasinya cantik dan luas. Namun pilihan menunya sedikit. Hari ini nyobain beef korubi suka sama taste beef nya bumbu sederhana, ringan dan pas. Orangr mojito nya biasa, sedangkan yogurt parfaitnya tampilan manis tp rasa so so lah... Yg pasti matcha ice cream bya pake hagen dasz Yg bikin comfy adalah pelayanan sangat ramah dan dpt menjelaskan isi detail menu dengan baik.
Dekorasinya cantik dan luas. Namun pilihan menunya sedikit.

Hari ini nyobain beef korubi suka sama taste beef nya bumbu sederhana, ringan dan pas. Orangr mojito nya biasa, sedangkan yogurt parfaitnya tampilan manis tp rasa so so lah... Yg pasti matcha ice cream bya pake hagen dasz 

Yg bikin comfy adalah pelayanan sangat ramah dan dpt menjelaskan isi detail menu dengan baik.
Dekorasinya cantik dan luas. Namun pilihan menunya sedikit.

Hari ini nyobain beef korubi suka sama taste beef nya bumbu sederhana, ringan dan pas. Orangr mojito nya biasa, sedangkan yogurt parfaitnya tampilan manis tp rasa so so lah... Yg pasti matcha ice cream bya pake hagen dasz 

Yg bikin comfy adalah pelayanan sangat ramah dan dpt menjelaskan isi detail menu dengan baik.
 - Shinta Himura
Shinta Himura
3 photos1 reviewSep 22, 2013
Suatu hari di Kota Kasablanka, gue kepengen makan pasta. Setelah nyoba pasta di Market Bar, kali ini mau nyari restoran lain lagi. Tapi sebenernya yang bikin gue belok ke Mika Japanese Bistro adalah Banoffe Pie-nya. Karena pertama kali nyoba Banoffe pie di Mama Goose, enaknya kebangetan, gue merasa yang ini juga kudu dicobain. Pas liat menu Mika, kebetulan banget, Japanese Bistro ini punya varian menu pasta yang lumayan. Butuh beberapa menit sebelum memutuskan pasta mana yang wajib dicoba. Sementara partner makan memilih Mika's Homemade Basil Pesto, gue memilih Kimchi Pasta. Basil Pesto-nya disajikan bersama fettucine, rasa gurih dan potongan ayam di pasta ini bakalan bikin nagih. So far, best pesto yang pernah gue rasain daripada beberapa restoran lainnya. Apa mungkin karena menggunakan Fettucine alih-alih spaghetti? Ngelirik ke Kimchi Pasta punya sendiri, rasanya nggak semenggiurkan Basil Pesto. Tapi marilah kita coba. Dari warnanya yang kemerahan sih, meyakinkan pasta ini bakal sama rasanya seperti kimchi asli, pedes dengan sensasi asam. Yang didapat tidak demikian. rasanya jauh dari kimchi, kurang pedas dan kurang asam. Tapi pasta asam pastinya akan aneh banget nggak? Pun sedikit-sedikit kimchi-nya masih terasa di lidah pas ngemut si sawi putih. Koleksi mocktail di mason jar-nya biasa aja. Jadi gue langsung memesan Banoffe Pie sambil mengeset rasa Banoffe Pie punya Mama Goose sebagai benchmark. Hmm, Mika's Banoffe Pie menang secara ukuran yang lebih besar. Taburan kopi di atas creamnya pun lumayan. Menggali lebih ke bawah, irisan pisang-nya terlalu kematangan jadi manis banget. Di bawah pisang masih ada lapisan cokelat yang lumayan tebal dan enak. Sayangnya, kulit pai di sini nggak pas dengan lidah gue. Ada rasa kasar seperti makan gula pasir waktu ngemut kulit pai. Akhirnya si Banoffe Pie dioperasi dan meninggalkan lapisan kulit tersisa di piring. Sambil mengistirahatkan perut, gue keliling melihat interior Mika. Paduan dinding putih dengan furnitur hitam jadi signature di sini. Ada spot perapian dengan lemari buku yang berisikan buku-buku a la abad pertengahan dan banyak bason jar. Di tengah ruang, dipisahkan dengan rak penuh beragam aksesoris. Di sisi yang menempel dengan open kitchen juga ada rak putih dan foto-foto a la mini instax yang tergantung di benang tambang. Lokasi yang pas buat bikin pemotretan.
 Suatu hari di Kota Kasablanka, gue kepengen makan pasta. Setelah nyoba pasta di Market Bar, kali ini mau nyari restoran lain lagi. Tapi sebenernya yang bikin gue belok ke Mika Japanese Bistro adalah Banoffe Pie-nya. Karena pertama kali nyoba Banoffe pie di Mama Goose, enaknya kebangetan, gue merasa yang ini juga kudu dicobain. Pas liat menu Mika, kebetulan banget, Japanese Bistro ini punya varian menu pasta yang lumayan.
Butuh beberapa menit sebelum memutuskan pasta mana yang wajib dicoba. Sementara partner makan memilih Mika's Homemade Basil Pesto, gue memilih Kimchi Pasta. Basil Pesto-nya disajikan bersama fettucine, rasa gurih dan potongan ayam di pasta ini bakalan bikin nagih. So far, best pesto yang pernah gue rasain daripada beberapa restoran lainnya. Apa mungkin karena menggunakan Fettucine alih-alih spaghetti?
Ngelirik ke Kimchi Pasta punya sendiri, rasanya nggak semenggiurkan Basil Pesto. Tapi marilah kita coba. Dari warnanya yang kemerahan sih, meyakinkan pasta ini bakal sama rasanya seperti kimchi asli, pedes dengan sensasi asam. Yang didapat tidak demikian. rasanya jauh dari kimchi, kurang pedas dan kurang asam. Tapi pasta asam pastinya akan aneh banget nggak? Pun sedikit-sedikit kimchi-nya masih terasa di lidah pas ngemut si sawi putih.
Koleksi mocktail di mason jar-nya biasa aja. Jadi gue langsung memesan Banoffe Pie sambil mengeset rasa Banoffe Pie punya Mama Goose sebagai benchmark. Hmm, Mika's Banoffe Pie menang secara ukuran yang lebih besar. Taburan kopi di atas creamnya pun lumayan. Menggali lebih ke bawah, irisan pisang-nya terlalu kematangan jadi manis banget. Di bawah pisang masih ada lapisan cokelat yang lumayan tebal dan enak. Sayangnya, kulit pai di sini nggak pas dengan lidah gue. Ada rasa kasar seperti makan gula pasir waktu ngemut kulit pai. Akhirnya si Banoffe Pie dioperasi dan meninggalkan lapisan kulit tersisa di piring.
Sambil mengistirahatkan perut, gue keliling melihat interior Mika. Paduan dinding putih dengan furnitur hitam jadi signature di sini. Ada spot perapian dengan lemari buku yang berisikan buku-buku a la abad pertengahan dan banyak bason jar. Di tengah ruang, dipisahkan dengan rak penuh beragam aksesoris. Di sisi yang menempel dengan open kitchen juga ada rak putih dan foto-foto a la mini instax yang tergantung di benang tambang. Lokasi yang pas buat bikin pemotretan.
 Suatu hari di Kota Kasablanka, gue kepengen makan pasta. Setelah nyoba pasta di Market Bar, kali ini mau nyari restoran lain lagi. Tapi sebenernya yang bikin gue belok ke Mika Japanese Bistro adalah Banoffe Pie-nya. Karena pertama kali nyoba Banoffe pie di Mama Goose, enaknya kebangetan, gue merasa yang ini juga kudu dicobain. Pas liat menu Mika, kebetulan banget, Japanese Bistro ini punya varian menu pasta yang lumayan.
Butuh beberapa menit sebelum memutuskan pasta mana yang wajib dicoba. Sementara partner makan memilih Mika's Homemade Basil Pesto, gue memilih Kimchi Pasta. Basil Pesto-nya disajikan bersama fettucine, rasa gurih dan potongan ayam di pasta ini bakalan bikin nagih. So far, best pesto yang pernah gue rasain daripada beberapa restoran lainnya. Apa mungkin karena menggunakan Fettucine alih-alih spaghetti?
Ngelirik ke Kimchi Pasta punya sendiri, rasanya nggak semenggiurkan Basil Pesto. Tapi marilah kita coba. Dari warnanya yang kemerahan sih, meyakinkan pasta ini bakal sama rasanya seperti kimchi asli, pedes dengan sensasi asam. Yang didapat tidak demikian. rasanya jauh dari kimchi, kurang pedas dan kurang asam. Tapi pasta asam pastinya akan aneh banget nggak? Pun sedikit-sedikit kimchi-nya masih terasa di lidah pas ngemut si sawi putih.
Koleksi mocktail di mason jar-nya biasa aja. Jadi gue langsung memesan Banoffe Pie sambil mengeset rasa Banoffe Pie punya Mama Goose sebagai benchmark. Hmm, Mika's Banoffe Pie menang secara ukuran yang lebih besar. Taburan kopi di atas creamnya pun lumayan. Menggali lebih ke bawah, irisan pisang-nya terlalu kematangan jadi manis banget. Di bawah pisang masih ada lapisan cokelat yang lumayan tebal dan enak. Sayangnya, kulit pai di sini nggak pas dengan lidah gue. Ada rasa kasar seperti makan gula pasir waktu ngemut kulit pai. Akhirnya si Banoffe Pie dioperasi dan meninggalkan lapisan kulit tersisa di piring.
Sambil mengistirahatkan perut, gue keliling melihat interior Mika. Paduan dinding putih dengan furnitur hitam jadi signature di sini. Ada spot perapian dengan lemari buku yang berisikan buku-buku a la abad pertengahan dan banyak bason jar. Di tengah ruang, dipisahkan dengan rak penuh beragam aksesoris. Di sisi yang menempel dengan open kitchen juga ada rak putih dan foto-foto a la mini instax yang tergantung di benang tambang. Lokasi yang pas buat bikin pemotretan.
 Suatu hari di Kota Kasablanka, gue kepengen makan pasta. Setelah nyoba pasta di Market Bar, kali ini mau nyari restoran lain lagi. Tapi sebenernya yang bikin gue belok ke Mika Japanese Bistro adalah Banoffe Pie-nya. Karena pertama kali nyoba Banoffe pie di Mama Goose, enaknya kebangetan, gue merasa yang ini juga kudu dicobain. Pas liat menu Mika, kebetulan banget, Japanese Bistro ini punya varian menu pasta yang lumayan.
Butuh beberapa menit sebelum memutuskan pasta mana yang wajib dicoba. Sementara partner makan memilih Mika's Homemade Basil Pesto, gue memilih Kimchi Pasta. Basil Pesto-nya disajikan bersama fettucine, rasa gurih dan potongan ayam di pasta ini bakalan bikin nagih. So far, best pesto yang pernah gue rasain daripada beberapa restoran lainnya. Apa mungkin karena menggunakan Fettucine alih-alih spaghetti?
Ngelirik ke Kimchi Pasta punya sendiri, rasanya nggak semenggiurkan Basil Pesto. Tapi marilah kita coba. Dari warnanya yang kemerahan sih, meyakinkan pasta ini bakal sama rasanya seperti kimchi asli, pedes dengan sensasi asam. Yang didapat tidak demikian. rasanya jauh dari kimchi, kurang pedas dan kurang asam. Tapi pasta asam pastinya akan aneh banget nggak? Pun sedikit-sedikit kimchi-nya masih terasa di lidah pas ngemut si sawi putih.
Koleksi mocktail di mason jar-nya biasa aja. Jadi gue langsung memesan Banoffe Pie sambil mengeset rasa Banoffe Pie punya Mama Goose sebagai benchmark. Hmm, Mika's Banoffe Pie menang secara ukuran yang lebih besar. Taburan kopi di atas creamnya pun lumayan. Menggali lebih ke bawah, irisan pisang-nya terlalu kematangan jadi manis banget. Di bawah pisang masih ada lapisan cokelat yang lumayan tebal dan enak. Sayangnya, kulit pai di sini nggak pas dengan lidah gue. Ada rasa kasar seperti makan gula pasir waktu ngemut kulit pai. Akhirnya si Banoffe Pie dioperasi dan meninggalkan lapisan kulit tersisa di piring.
Sambil mengistirahatkan perut, gue keliling melihat interior Mika. Paduan dinding putih dengan furnitur hitam jadi signature di sini. Ada spot perapian dengan lemari buku yang berisikan buku-buku a la abad pertengahan dan banyak bason jar. Di tengah ruang, dipisahkan dengan rak penuh beragam aksesoris. Di sisi yang menempel dengan open kitchen juga ada rak putih dan foto-foto a la mini instax yang tergantung di benang tambang. Lokasi yang pas buat bikin pemotretan.

Featured in Journal

6 Kari Super Unik di Jakarta yang Siap Menggoda Selera
Editor's Pick
6 Kari Super Unik di Jakarta yang Siap Menggoda Selera
5 Restoran Jepang di Jakarta dengan Omurice yang Lezat
Blog
5 Restoran Jepang di Jakarta dengan Omurice yang Lezat
Loco Moco: Hidangan Tradisional Hawaii yang Kini Hadir di Jakarta
Food For Fun
Loco Moco: Hidangan Tradisional Hawaii yang Kini Hadir di Jakarta