Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App
Kedai Kak Ani - banner 0Kedai Kak Ani - banner 1Kedai Kak Ani - banner 2

Kedai Kak Ani

3.73 reviews
Medan • Kemang • Below 100K
PERMANENTLY CLOSED
Opening Hours
Monday09:00 - 22:00
Tuesday09:00 - 22:00
Wednesday09:00 - 22:00
Thursday09:00 - 22:00
Friday09:00 - 22:00
Saturday09:00 - 22:00
Sunday09:00 - 22:00
Dismiss
CallBeen HereShare

Menu of Kedai Kak Ani

Kedai Kak Ani - menu 0
Kedai Kak Ani - menu 1
Kedai Kak Ani - menu 2
Kedai Kak Ani - menu 3
Kedai Kak Ani - menu 4

Photos of Kedai Kak Ani

 Kedai Kak Ani Deriyan Yullesmana 601356
 Kedai Kak Ani Nimas Arini 593927
Kedai Kak Ani photo Kemang 139335
Kedai Kak Ani photo Kemang 153126
Kedai Kak Ani photo Kemang 152436
Jl. Kemang Selatan Raya No. 125AShow In Google Maps >
Services
Live Sports Broadcast
Book Online
Delivery Service
Free Wifi
Halal
Serves Alcohol
Smoking Area

Reviews of Kedai Kak Ani

5
4
3
2
1
3.7
3 ratings
 - Wita Irmitanti
Wita Irmitanti
0 photo1 reviewJun 18, 2016
Recommended
Makanannya enak semua di sini. Pas ama lidah saya.
 - Adel Dl
Adel Dl
1 photo1 reviewMay 24, 2015
Awesome lontong Sayur
What I can say is; perfecto!!! Would love to comeback soon!!
What I can say is; perfecto!!! 
Would love to comeback soon!!
 - Aline Chandra
Aline Chandra
3 photos1 reviewAug 12, 2013
Kedai Kak Ani merupakan sebuah restoran kecil yang berada di kawasan Kemang. Dikelilingi oleh restoran yang kebanyakan menyediakan hidangan internasional, Kedai Kak Ani justru tampil istimewa dengan sajian masakan khas Medan. Dari luar tempatnya terlihat vintage dengan hiasan becak di bagian depannya. Ketika memasuki bagian dalamnya, ternyata ruangannya tidak sekecil yang saya kira. Interiornya ditata apik dengan nuansa hijau muda yang nyaman, di salah satu sisi tempat duduknya berbentuk sofa panjang dengan bantal kecil. Pada dindingnya terdapat rak gantung yang dipenuhi deretan kaktus-kaktus dan tanaman kecil yang memang dijual kepada pengunjung yang berminat. Menu makanannya tidak terlalu banyak dan hampir semuanya merupakan masakan khas Medan, begitu pula dengan minumannya. Tidak banyak macam, namun tetap menyuguhkan satu dua jenis menu spesialnya yang berbeda dari tempat lainnya. Saya mencicipi Lontong Medan yang menjadi hidangan andalan di Kedai Kak Ani. Lontong Medan ini hadir dengan potongan telur rebus dalam kuah yang berwarna kekuningan. Rasanya lumayan gurih karena penggunaan santan di dalamnya, sekilas mirip dengan ketupat sayur hanya saja topping Lontong Medan menggunakan rendang, teri medan dan sayuran yang terdiri dari kentang, buncis, wortel. Kalau saja penggunaan bumbu pada kuahnya bisa lebih berani lagi, rasanya pasti juara. Menu lain yang saya coba ialah Bitterballen. Bitterballen ini merupakan panganan kecil yang berasal dari Belanda. Bahannya mirip dengan kroket yakni kentang lumat yang diisi daging dan kemudian dibalut tepung parnir dan digoreng hingga kecolatan. Rasanya juga cukup enak dan klasik. Untuk dessertnya Kedai Kak Ani memiliki beberapa macam jajanan yang menggiurkan. Saya memutuskan untuk mencoba Ketan Kinca Durian yang super legit. Ketan putih disiram saus legit beraroma durian yang kuat. Dessert yang cocok bagi penggila durian seperti saya. Satu lagi jajanan khas yang wajib dicoba adalah Lupis Medan. Lupisnya cukup besar dengan gula yang pekat.
Kedai Kak Ani merupakan sebuah restoran kecil yang berada di kawasan Kemang. Dikelilingi oleh restoran yang kebanyakan menyediakan hidangan internasional, Kedai Kak Ani justru tampil istimewa dengan sajian masakan khas Medan. Dari luar tempatnya terlihat vintage dengan hiasan becak di bagian depannya. Ketika memasuki bagian dalamnya, ternyata ruangannya tidak sekecil yang saya kira. Interiornya ditata apik dengan nuansa hijau muda yang nyaman, di salah satu sisi tempat duduknya berbentuk sofa panjang dengan bantal kecil. Pada dindingnya terdapat rak gantung yang dipenuhi deretan kaktus-kaktus dan tanaman kecil yang memang dijual kepada pengunjung yang berminat.

Menu makanannya tidak terlalu banyak dan hampir semuanya merupakan masakan khas Medan, begitu pula dengan minumannya. Tidak banyak macam, namun tetap menyuguhkan satu dua jenis menu spesialnya yang berbeda dari tempat lainnya.
Saya mencicipi Lontong Medan yang menjadi hidangan andalan di Kedai Kak Ani. Lontong Medan ini hadir dengan potongan telur rebus dalam kuah yang berwarna kekuningan. Rasanya lumayan gurih karena penggunaan santan di dalamnya, sekilas mirip dengan ketupat sayur hanya saja topping Lontong Medan menggunakan rendang, teri medan dan sayuran yang terdiri dari kentang, buncis, wortel. Kalau saja penggunaan bumbu pada kuahnya bisa lebih berani lagi, rasanya pasti juara.

Menu lain yang saya coba ialah Bitterballen. Bitterballen ini merupakan panganan kecil yang berasal dari Belanda. Bahannya mirip dengan kroket yakni kentang lumat yang diisi daging dan kemudian dibalut tepung parnir dan digoreng hingga kecolatan. Rasanya juga cukup enak dan klasik. 
Untuk dessertnya Kedai Kak Ani memiliki beberapa macam jajanan yang menggiurkan. Saya memutuskan untuk mencoba Ketan Kinca Durian yang super legit. Ketan putih disiram saus legit beraroma durian yang kuat. Dessert yang cocok bagi penggila durian seperti saya. Satu lagi jajanan khas yang wajib dicoba adalah Lupis Medan. Lupisnya cukup besar dengan gula yang pekat.
Kedai Kak Ani merupakan sebuah restoran kecil yang berada di kawasan Kemang. Dikelilingi oleh restoran yang kebanyakan menyediakan hidangan internasional, Kedai Kak Ani justru tampil istimewa dengan sajian masakan khas Medan. Dari luar tempatnya terlihat vintage dengan hiasan becak di bagian depannya. Ketika memasuki bagian dalamnya, ternyata ruangannya tidak sekecil yang saya kira. Interiornya ditata apik dengan nuansa hijau muda yang nyaman, di salah satu sisi tempat duduknya berbentuk sofa panjang dengan bantal kecil. Pada dindingnya terdapat rak gantung yang dipenuhi deretan kaktus-kaktus dan tanaman kecil yang memang dijual kepada pengunjung yang berminat.

Menu makanannya tidak terlalu banyak dan hampir semuanya merupakan masakan khas Medan, begitu pula dengan minumannya. Tidak banyak macam, namun tetap menyuguhkan satu dua jenis menu spesialnya yang berbeda dari tempat lainnya.
Saya mencicipi Lontong Medan yang menjadi hidangan andalan di Kedai Kak Ani. Lontong Medan ini hadir dengan potongan telur rebus dalam kuah yang berwarna kekuningan. Rasanya lumayan gurih karena penggunaan santan di dalamnya, sekilas mirip dengan ketupat sayur hanya saja topping Lontong Medan menggunakan rendang, teri medan dan sayuran yang terdiri dari kentang, buncis, wortel. Kalau saja penggunaan bumbu pada kuahnya bisa lebih berani lagi, rasanya pasti juara.

Menu lain yang saya coba ialah Bitterballen. Bitterballen ini merupakan panganan kecil yang berasal dari Belanda. Bahannya mirip dengan kroket yakni kentang lumat yang diisi daging dan kemudian dibalut tepung parnir dan digoreng hingga kecolatan. Rasanya juga cukup enak dan klasik. 
Untuk dessertnya Kedai Kak Ani memiliki beberapa macam jajanan yang menggiurkan. Saya memutuskan untuk mencoba Ketan Kinca Durian yang super legit. Ketan putih disiram saus legit beraroma durian yang kuat. Dessert yang cocok bagi penggila durian seperti saya. Satu lagi jajanan khas yang wajib dicoba adalah Lupis Medan. Lupisnya cukup besar dengan gula yang pekat.
Kedai Kak Ani merupakan sebuah restoran kecil yang berada di kawasan Kemang. Dikelilingi oleh restoran yang kebanyakan menyediakan hidangan internasional, Kedai Kak Ani justru tampil istimewa dengan sajian masakan khas Medan. Dari luar tempatnya terlihat vintage dengan hiasan becak di bagian depannya. Ketika memasuki bagian dalamnya, ternyata ruangannya tidak sekecil yang saya kira. Interiornya ditata apik dengan nuansa hijau muda yang nyaman, di salah satu sisi tempat duduknya berbentuk sofa panjang dengan bantal kecil. Pada dindingnya terdapat rak gantung yang dipenuhi deretan kaktus-kaktus dan tanaman kecil yang memang dijual kepada pengunjung yang berminat.

Menu makanannya tidak terlalu banyak dan hampir semuanya merupakan masakan khas Medan, begitu pula dengan minumannya. Tidak banyak macam, namun tetap menyuguhkan satu dua jenis menu spesialnya yang berbeda dari tempat lainnya.
Saya mencicipi Lontong Medan yang menjadi hidangan andalan di Kedai Kak Ani. Lontong Medan ini hadir dengan potongan telur rebus dalam kuah yang berwarna kekuningan. Rasanya lumayan gurih karena penggunaan santan di dalamnya, sekilas mirip dengan ketupat sayur hanya saja topping Lontong Medan menggunakan rendang, teri medan dan sayuran yang terdiri dari kentang, buncis, wortel. Kalau saja penggunaan bumbu pada kuahnya bisa lebih berani lagi, rasanya pasti juara.

Menu lain yang saya coba ialah Bitterballen. Bitterballen ini merupakan panganan kecil yang berasal dari Belanda. Bahannya mirip dengan kroket yakni kentang lumat yang diisi daging dan kemudian dibalut tepung parnir dan digoreng hingga kecolatan. Rasanya juga cukup enak dan klasik. 
Untuk dessertnya Kedai Kak Ani memiliki beberapa macam jajanan yang menggiurkan. Saya memutuskan untuk mencoba Ketan Kinca Durian yang super legit. Ketan putih disiram saus legit beraroma durian yang kuat. Dessert yang cocok bagi penggila durian seperti saya. Satu lagi jajanan khas yang wajib dicoba adalah Lupis Medan. Lupisnya cukup besar dengan gula yang pekat.

Featured in Journal

8 Kedai di Jakarta yang Ngebuat Perut Kita Melambai-Lambai
Blog
8 Kedai di Jakarta yang Ngebuat Perut Kita Melambai-Lambai
5 Menu Sarapan  Favorit Orang INDONESIA!
Food For Fun
5 Menu Sarapan Favorit Orang INDONESIA!