Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App
Cenghar Kopi - banner 0Cenghar Kopi - banner 1Cenghar Kopi - banner 2

Cenghar Kopi

4.03 reviews
Coffee & Tea • Cipaganti • Below 100K
OPEN NOW Today 09:00 - 22:00
Opening Hours
Monday09:00 - 22:00
Tuesday09:00 - 22:00
Wednesday09:00 - 22:00
Thursday09:00 - 22:00
Friday09:00 - 22:00
Saturday09:00 - 22:00
Sunday09:00 - 22:00
Dismiss
CallBeen HereShare

Photos of Cenghar Kopi

Services
Take Away
Free Wifi
Halal
Outdoor Seats
Smoking Area

Reviews of Cenghar Kopi

5
4
3
2
1
4.0
3 ratings
 - @ujsamirrrr
@ujsamirrrr
in InstagramApr 6, 2020
Ketika masalah tak kunjung ada solusi. Ketika penat dengan setumpuk pekerjaan. Ketika bimbang dengan kehidupan. Coba rilex dan nikmati pahitnya secangkir kopi espreso. Dan rasakan sesungguhnya hidup tak sepahit kopi espreso.. enjoy @cengharkopi #cengharkopi #pedotursalse #kumahamunngopiheula #kopicimahi #cimahi #cimahicity
Ketika masalah tak kunjung ada solusi. Ketika penat dengan setumpuk pekerjaan. Ketika bimbang dengan kehidupan. Coba rilex dan nikmati pahitnya secangkir kopi espreso. Dan rasakan sesungguhnya hidup tak sepahit kopi espreso.. enjoy @cengharkopi 
#cengharkopi #pedotursalse #kumahamunngopiheula #kopicimahi #cimahi #cimahicity
 - @encepsr_
@encepsr_
in InstagramApr 6, 2020
Always 💗 E
Always 💗 E
 - @nurulf90
@nurulf90
in InstagramApr 6, 2020
Bandung! . . . Satu kota yang ajaib. Sekali orang berpikir untuk ke sini, ia akan mendamba, memeluk mulutnya, mencium perutnya, dan jatuh cinta padanya, lalu susah bercerai darinya. (Kita hidup hanya sekali, hlm 8) . . . Harusnya buku itu aku resensi siang tadi. Membicarakan Bandung lewat kaca mata Remy.
Bandung!
.
.
.
Satu kota yang ajaib. Sekali orang berpikir untuk ke sini, ia akan mendamba, memeluk mulutnya, mencium perutnya, dan jatuh cinta padanya, lalu susah bercerai darinya.
(Kita hidup hanya sekali, hlm 8)
.
.
.
Harusnya buku itu aku resensi siang tadi. Membicarakan Bandung lewat kaca mata Remy.