Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App
Alas Daun - banner 0Alas Daun - banner 1Alas Daun - banner 2

Alas Daun

4.338 reviews
Sunda • Surapati • Below 100K
CLOSED Open on Today 10:00 - 22:00
Opening Hours
Monday10:00 - 22:00
Tuesday10:00 - 22:00
Wednesday10:00 - 22:00
Thursday10:00 - 22:00
Friday10:00 - 22:00
Saturday10:00 - 22:00
Sunday10:00 - 22:00
Dismiss
CallBeen HereShare

Menu of Alas Daun

Alas Daun - menu 0

Photos of Alas Daun

 Alas Daun David Handoko 667146
 Alas Daun David Handoko 663640
 Alas Daun David Handoko 647743
 Alas Daun David Handoko 646703
 Alas Daun Fadhlur Rohman 646361
Services
Take Away
Delivery Service
Free Wifi
Halal
Outdoor Seats
Smoking Area

Reviews of Alas Daun

5
4
3
2
1
4.3
38 ratings
 - David Handoko
David Handoko
1 photo1 reviewNov 2, 2018
5 Tempat Cari Masakan Sunda Paling Enak di Bandung
Tempat makan sunda yang unik berikutnya adalah restoran Alas Daun. Restoran yang mengusung konsep makan tanpa piring dan hanya beralaskan daun sukses menggaet rasa penasaran orang. Kamu tinggal memilih lauk yang kamu suka, kemudian nanti nasi akan langsung disajikan diatas meja yang telah diberi alas daun pisang. Ikan barakuda, tumis bunga pepaya, dan keripik kentang jadi menu yang laris dipesan orang ketika datang kemari.
Tempat makan sunda yang unik berikutnya adalah restoran Alas Daun. Restoran yang mengusung konsep makan tanpa piring dan hanya beralaskan daun sukses menggaet rasa penasaran orang. Kamu tinggal memilih lauk yang kamu suka, kemudian nanti nasi akan langsung disajikan diatas meja yang telah diberi alas daun pisang. Ikan barakuda, tumis bunga pepaya, dan keripik kentang jadi menu yang laris dipesan orang ketika datang kemari.
 - David Handoko
David Handoko
1 photo1 reviewOct 12, 2018
5 Tempat Makan Tanpa Piring di Bandung yang Bikin Mupeng
Salah satu sensasi makan sunda yang bikin penasaran ketika ke Bandung adalah makan ala botram. Makan dengan alas daun diatas meja ini nantinya akan dituangkan nasi ke atas daun pisang beserta aneka lauk yang sudah kamu pilih. PIlihan sambalnya banyak dan nikmat lho untuk dicocol bersama dengan ayam goreng atau ikan bakar.
Salah satu sensasi makan sunda yang bikin penasaran ketika ke Bandung adalah makan ala botram. Makan dengan alas daun diatas meja ini nantinya akan dituangkan nasi ke atas daun pisang beserta aneka lauk yang sudah kamu pilih. PIlihan sambalnya banyak dan nikmat lho untuk dicocol bersama dengan ayam goreng atau ikan bakar.
 - David Handoko
David Handoko
1 photo1 reviewAug 10, 2018
5 Restoran Menu Indonesia Buat Semarakkan 17 Agustus-an di Bandung
Dari sekian banyak menu Indonesia yang ada, masakan Sunda termasuk salah satu yang jadi favorit. Untuk sajian Sunda spesial, kamu bisa langsung ke sini buat nikmati menu seperti ayam goreng, ikan asin, hingga aneka tumisan dan gorengan. Di sini kamu bisa makan Sunda dengan cara yang unik yaitu dengan alas daun sebagai pengganti piring.
Dari sekian banyak menu Indonesia yang ada, masakan Sunda termasuk salah satu yang jadi favorit. Untuk sajian Sunda spesial, kamu bisa langsung ke sini buat nikmati menu seperti ayam goreng, ikan asin, hingga aneka tumisan dan gorengan. Di sini kamu bisa makan Sunda dengan cara yang unik yaitu dengan alas daun sebagai pengganti piring.
 - David Handoko
David Handoko
1 photo1 reviewAug 1, 2018
7 Makanan Khas yang Wajib Banget Dicoba Pas Jalan-Jalan ke Bandung
Rasanya aneh kalau ke Bandung namun kamu tidak mencoba hidangan Sunda. Kalau mau restoran yang terbilang autentik, langsung saja mengarah ke Jalan Diponegoro yaitu Restoran Alas Daun yang menyajikan makanan Sunda dengan konsep jadul. Makan dengan alas daun sebagai pengganti piring, dimana nasi dan sayur akan langsung diletakkan diatas daun pisang. Pilihan lauknya banyak mulai dari ayam, sapi, hingga ikan. Aneka tumisannya pun enak-enak lho.
Rasanya aneh kalau ke Bandung namun kamu tidak mencoba hidangan Sunda. Kalau mau restoran yang terbilang autentik, langsung saja mengarah ke Jalan Diponegoro yaitu Restoran Alas Daun yang menyajikan makanan Sunda dengan konsep jadul. Makan dengan alas daun sebagai pengganti piring, dimana nasi dan sayur akan langsung diletakkan diatas daun pisang. Pilihan lauknya banyak mulai dari ayam, sapi, hingga ikan. Aneka tumisannya pun enak-enak lho.
 - Fadhlur Rohman
Fadhlur Rohman
9 photos1 reviewJul 29, 2018
Makan Ngak Pake Piring Tapi Pake Daun
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir - Sensasi Makan Dengan Alas Daun Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet. - Aneka Lauk Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut. Aneka Sayur dan Sambal: Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa. Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir

- Sensasi Makan Dengan Alas Daun
Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet.

- Aneka Lauk
Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut.

Aneka Sayur dan Sambal:
Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa.

Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir

- Sensasi Makan Dengan Alas Daun
Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet.

- Aneka Lauk
Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut.

Aneka Sayur dan Sambal:
Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa.

Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir

- Sensasi Makan Dengan Alas Daun
Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet.

- Aneka Lauk
Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut.

Aneka Sayur dan Sambal:
Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa.

Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir

- Sensasi Makan Dengan Alas Daun
Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet.

- Aneka Lauk
Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut.

Aneka Sayur dan Sambal:
Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa.

Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
Berhubung saya dan teman-teman tengah diserang homesick syndrome, kami sengaja mencari restoran keluarga yang menyajikan masakan tradisional dengan nuansa, namun dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran ini. Restoran ini berada di seberangnya Restoran Seafood HDL Cilaki. Restoran nya lumayan luas, namun selalu ramai, bahkan full reserved saat kami berkunjung. Tempat nya juga lumayan nyaman, terutama di bagian lesehan nya. Restoran nya memang sangat hiruk-pikuk khas restoran keluarga, tapi masih sangat dapat ditolerir

- Sensasi Makan Dengan Alas Daun
Yang unik dari restoran ini adalah nasi nya yang dihidangkan pada alas daun pisang, bukan menggunakan piring. Sayangnya kebersihan daun pisang nya tidak semua nya terkontrol, kadang masih ada debuh-debuh putih alami dari daun pisangnya. Biasanya, nenek saya di kampung biasa manasin dulu daun pisang nya pake api biar putih-putih di daun pisang nya bisa hilang. Sayangnya, nasi nya tidak dihitung perbakul, melainkan per-porsi, jadi agak kurang puas dan esensi makan keluarga nya kurang dapet.

- Aneka Lauk
Pilihan lauk di tempat ini dihidangkan prasmanan dan range harga nya lumayan murah. Favorite saya jatuh kepada Ikan Gurame Bakar nya (60K/500gr) yang enak banget. Bumbu nya meresap dan daging nya gurih dan empuk. Saya sempat nyobain cumi bakar (23K) nya juga yang enak, tapi potongan nya ngak besar. Saya dan teman-teman juga sempat kalap ngambil gorengan agak banyakan, padahal harga gorengan nya sangat mahal (3000-6000an/potong). Yang paling saya senang adalah akhirnya saya ketemu tutut (9000/porsi) di Bandung, literally excited karena udah lama banget ga makan tutut.

Aneka Sayur dan Sambal:
Varian sayur di tempat ini sebenarnya cukup lengkap. Kali ini saya nyobain tumis jamur merang (12K) dan tumis kangkung (7K), porsi nya lumayan banyak sih dan lumayan segar. Yang paling wajib untuk dipesan adalah aneka sambal nya. Kali ini saya nyobai Sambal Halilintar, Sambal Dadak, dan Sambal Goreng. Masing-masing sambal dihargai 4ribuan percup yang dibuat dari daun pisang. Sambalnya diambil sendiri, jadi tinggal ngambil agak barbar biar ga rugi. Yang paling enak sih sambal dadak nya yang juara banget, pedas nya pas dan citarasa terasi nya kuat banget. Sambal yang lain sih agak biasa.

Overall, makan di tempat ini puas banget sih. Saya dan dua orang teman saya hanya dikenai sekitar 180an ribu dan menurut saya itu adalah harga yang memang pantas
+ 4
 - David Handoko
David Handoko
1 photo1 reviewApr 17, 2018
6 Resto Sunda Super Mantap Buat yang Mau Makan Kalap di Bandung
Unik ya bila makan tanpa piring dan menggunakan alas daun sebagai alasnya. Dan itu juga yang bisa kamu dapatkan di sini. Nikmati kebersamaan dengan keluarga sambil menyantap sensasi lezatnya ayam goreng, ikan goreng, jengkol atau aneka tumisan dan gorengan plus ditemani sambal.
Unik ya bila makan tanpa piring dan menggunakan alas daun sebagai alasnya. Dan itu juga yang bisa kamu dapatkan di sini. Nikmati kebersamaan dengan keluarga sambil menyantap sensasi lezatnya ayam goreng, ikan goreng, jengkol atau aneka tumisan dan gorengan plus ditemani sambal.

Featured in Journal

5 Tempat Cari Masakan Sunda Paling Enak di Bandung
Editor's Pick
5 Tempat Cari Masakan Sunda Paling Enak di Bandung
5 Tempat Makan Tanpa Piring di Bandung yang Bikin Mupeng
Editor's Pick
5 Tempat Makan Tanpa Piring di Bandung yang Bikin Mupeng
5 Restoran Menu Indonesia Buat Semarakkan  17 Agustus-an di Bandung
Editor's Pick
5 Restoran Menu Indonesia Buat Semarakkan 17 Agustus-an di Bandung

Featured in Guides

Bandung: Sunda Banget
GUIDE
Bandung: Sunda Banget