Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet

Sigit PrasetyoSigit Prasetyo
7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet1
pinterest
Kita harus belajar pada makanan. Karena mereka mengajarkan, cinta yang lahir tingginya intensitas kebersamaan, tak melulu berujung pada yang indah-indah. Dan dari merekalah, kita --terutama para jomblo-- bisa belajar, bahwasanya cinta dan rasa ingin memiliki memang dua hal yang sungguh berbeda. Lihat saja, bagaimana kebersamaan makanan-makanan ini. Intensitas kebersamaan mereka, pastilahs menumbuhkan benih cinta. Namun, meski begitu, mereka ikhlas kalo cinta mereka ga berujung manis, harus berujung di dalam perut manusia. Ya, betapa kisah cinta ini lebih indah ketimbang kisah cinta Romeo dan Juliet yang termasyur itu.

1. Nasi Goreng - Mie Goreng

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet2
Photo Source: 
Nasi goreng dan mie goreng. Acap kali mereka bertemu di wajan yang sama. Lihat saja, dimana ada penjual mie goreng pastilah ada nasi goreng di sana. Begitu sebaliknya. Mie dan nasi goreng ini memang ga setragis Romeo dan Juliet. Karena, ada kalanya mereka bersatu, dan menjadi magelangan. Untungnya, untuk menikmati kisah cinta mereka ini, kita ga perlu jauh-jauh pergi ke teather ataupun bioskop. Kalian bisa menemukannya di sini.

2. Pecel Lele - Pecel Ayam

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet3
Photo Source:  jenzcorner
Tragis. Kisah cinta yang ini, indah namun tragis. Kisah cinta antara dua makhluk yang hidup di dunia berbeda. Lele yang berasal dari air tawar, dan ayam yang berasal dari daratan. Mereka berdua ga pernah bersatu meski sering berjumpa dan berkasih-kasih dalam satu wajan yang penuh kubangan minyak panas.  Kebersamaan mereka di kedai pecel ayam dan pecel lele yang tersebar di Jakarta, pastilah pernah kalian coba. Tapi, manakah kisah cinta yang paling sedap dipandang mata dan enak di perut? Cuma di sini jawabannya.

3. Pizza - Pasta

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet4
Photo Source: 
Kisah cinta pizza dan pasta adalah pesaing terberat dari kisah cinta Romeo dan Juliet. Mereka berdua, berani merantau, melanglang buana ke seluruh penjuru dunia, dan bahkan ke Jakarta meski mereka tahu kalo pada akhirnya mereka tak pernah bisa saling bersama.

4. Mie Ayam - Bakso

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet5
Photo Source:  narco.santoso25
Kebersamaan mie ayam dan akso ini memang sungguh romantis. Kadang, ga lengkap rasanya kalo salah satu dari mereka hadir di hadapan mata kita. Ga lengkap rasanya kalo ada mie ayam, tapi ga ada bakso.

5. Steak - Kentang

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet6
Photo Source:  octavianaaz
Steak dan kentang juga selalu bersama-sama, meski mereka tahu kalo pada akhirnya kebersamaan mereka akan selalu berujung di perut kita. Sungguh tegar steak itu. Steak ga pernah nuntut dan menerima pasangannya dengan apa adanya. Mau bentuknya batangan (french fries) ataupun si kentang udah ga berwujud (mashed potato), setak selalu menerima apa adanya pasangannya itu. Ah... indahnya.

6. Roti Bakar - Pisang Bakar

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet7
Photo Source:  Roti Bakar Eddy
Kebersamaan roti dan pisang bakar emang ga setenar pasangan-pasangan di atas. Tapi, mau ga mau, kita harus mengakui bahwa pisang dan roti adalah pasangan terbaik. Pernahkah kamu membayangkan ada roti bakar tapi tak ada pisang bakar di sampingnya. Ah, aneh, kan?

7. Sate Kambing - Tongseng

7 Kisah Cinta yang Lebih Indah Ketimbang Romeo-Juliet8
Photo Source:  pinterest
Kambing. Kambing-lah yang mempersatukan tongseng dan kambing. Tapi kebersamaan mereka harus dipisahkan oleh tajamnya pisau dapur para penjual sate kambing. Dari merekalah kita harus belajar untuk lebih ikhlas menerima kenyataan. Mereka tak pernah mengeluh ketika disajikan pada kita dalam rupa yang begitu berbeda: yang satu berkuah, dan yang satu lagi ditusuk lalu dibakar.