Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Simak Kepercayaan Tradisi Orang Tionghoa Seputar Makanan Ini!

SintyaSintya
Simak Kepercayaan Tradisi Orang Tionghoa Seputar Makanan Ini!1
Kompasiana
Mengenal kebiasaan atau kepercayaan etnis lain memang tidak ada salahnya. Selain sebagai bentuk rasa saling menghargai, cara ini juga bisa lebih memperkaya wawasan kita. Kali ini, Qraved akan mengajak kalian untuk lebih mengenal beberapa mitos atau kepercayaan makanan di kalangan kaum Tionghoa.  

1. Jomblo Wajib Makan Kue Mingle di Pesta Perkawinan

Jomblo Wajib Makan Kue Mingle di Pesta Perkawinan2
Photo Source:  Angel's Cake
Seperti halnya orang Jawa yang terkenal dengan tradisi saling suap nasi dan ayam goreng pada kedua mempelai saat pesta perkawinan, orang Tionghoa pun memiliki tradisi bagi-bagi kue atau cokelat yang dilakukan oleh sang pengantin untuk para tamunya. Tradisi ini disebut mingle karena mereka akan berbaur dan membagikan kue tersebut pada tamu, khususnya yang masih jomblo atau yang belum menikah. Tamu yang mendapatkannya pun harus memakannya, karena konon dengan memakan kue yang diberi oleh pengantin, niscaya mereka juga akan cepat menikah atau mendapatkan pasangan. Hmm, hampir sama juga dengan tradisi melempar bunga ya?

2. Makan Onde Sesuai dengan Umur

 Makan Onde Sesuai dengan Umur3
Photo Source:  Kompasiana
Tradisi makan onde ini biasanya dilakukan saat perayaan hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Pada momen tersebut para ibu akan membuat onde-onde, tapi anak-anaknya hanya boleh memakannya sesuai dengan jumlah umurnya ditambah sebutir onde-onde. Konon katanya sih untuk menambah hoki dan umur kita bertambah satu tahun. Lucu ya!

3. Makan Mie Saat Ulang Tahun

Makan Mie Saat Ulang Tahun4
Photo Source:  Jimbaran Plaza Seafood Restaurant
Dalam mitos dan kebiasaan orang Tionghoa, mereka akan selalu makan mie saat perayaan ulang tahun. Kenapa? Ini dikarenakan mie menjadi simbol panjang umur karena ukuran mie yang panjang. Ya, meskipun umur itu sudah ada yang mengatur, tidak ada salahnya untuk meneruskan tradisi leluhur ya!

4. Menghindari Memotong Mie

Menghindari Memotong Mie5
Photo Source:  Getty Images
Selain tradisi makan mie saat ulang tahun, ada juga rangkaian tradisi yang lainnya yaitu dianjurkan untuk tidak memotong mie menggunakan alat makan saat menyantapnya. Mie yang panjang melambangkan jalan hidup yang panjang, makanya ketika seseorang memotong mienya saat makan dianggap seperti akan mengakhiri hidupnya. Tapi tenang, kamu masih diperbolehkan untuk menggigitnya kok jika dirasa mienya terlalu panjang.

5. Menancapkan Sumpit Secara Vertikal di Atas Nasi

Menancapkan Sumpit Secara Vertikal di Atas Nasi6
Photo Source:  Daiso Japan Indonesia
Menancapkan sumpit di atas semangkuk nasi dianggap sebagai hal yang tidak sopan. Selain itu, hal ini juga dapat menandakan kematian. Kalian pernah kan melihat dupa yang ditancapkan pada makam orang-orang keturunan Tionghoa? Nah, seperti inilah perumpamaannya jika kamu menancapkan sumpit di atas nasi. Maka ada baiknya jika kamu menaruh sumpitnya secara horisontal dan saling berhimpitan di atas mangkuk nasi.

6. Tidak Boleh Membalik Ikan yang Sedang Dimakan

Tidak Boleh Membalik Ikan yang Sedang Dimakan7
Photo Source:  Cermati
Biasanya kalau kamu memesan menu ikan di restoran Chinese food maka mereka akan menyajikan ikannya dalam keadaan utuh. Namun, ketika orang-orang sudah selesai melahap satu sisi ikan, umumnya mereka akan membaliknya dan menikmati sisi lainnya kan? Eits, kalau untuk orang Tionghoa ini adalah hal yang pantang untuk dilakukan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar pantai atau kampung nelayan. Alasannya cukup sederhana: orang Tionghoa menyimbolkan ikan sebagai kapal nelayan. Maka jika kamu membalikkan ikan tersebut, maka kamu akan menempatkan si nelayan dalam keadaan berbahaya karena dianggap sedang membalikkan "kapal" mereka. Tapi jangan khawatir, solusinya adalah kamu bisa menjepit ekor ikan dengan sumpit dan angkat sedikit ikannya kemudian lepaskan daging dari tulangnya. Barulah kamu bisa melahap daging ikannya hingga habis. 

7. Cangkir Teh Tidak Boleh Kosong

Cangkir Teh Tidak Boleh Kosong8
Photo Source:  http://bhq.web.id/
Dalam tradisi orang Tionghoa terutama saat minum teh pasti mereka tidak akan membiarkan cangkirnya kering, karena sang tuan rumah atau si pengundang akan terus mengisi cangkir secara terus menerus. Nah, biasanya si penerima tehnya akan mengetukkan kedua tangannya di atas meja sebagai ucapan terima kasih. Hal ini banyak dilakukan oleh masyarakat Guangzhou dan Hong Kong.

8. Memesan Makanan dalam Jumlah Genap

 Memesan Makanan dalam Jumlah Genap9
Photo Source:  Tribun Sumsel - Tribunnews.com
Dalam kepercayaan orang Tionghoa mereka menganggap kalau piring sajian yang berjumlah ganjil melambangkan kematian. Maka dianjurkan untuk memesan makanan dalam jumlah genap agar semua orang kebagian makanan meskipun yang datang berjumlah ganjil.