Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Si "Juragan Tempe" yang Berhasil Sukses di Luar Negeri

Iqra RabikaIqra Rabika
Si "Juragan Tempe" yang Berhasil Sukses di Luar Negeri 1
shutterstock
Orang Indonesia mana yang nggak kenal dengan tempe? Makanan yang terbuat dari kedelai ini memang makanan sederhana, tapi jadi menu sehari-hari bagi masyarakat lokal. Melihat peluang bisnis tempe, salah satu pengusaha asal Indonesia pun berani memasarkan tempe di luar negeri. Siapa sangka akhirnya sukses dan disukai orang-orang manca negara. Siapakah juragan tempe yang berhasil sukses di luar negeri itu?   
Si "Juragan Tempe" yang Berhasil Sukses di Luar Negeri 2
Photo Source:  Wikipedia
Di Jepang, ada satu orang Indonesia, yaitu Rustono yang membuat nama tempe dikenal hingga manca negara. Berawal dari rasa rindu pada kampung halaman, Rustono yang saat itu bekerja di rumah makan mulai terpikirkan untuk mencoba bisnis tempe. 
Ia bahkan sempat pulang ke Indonesia untuk belajar membuat tempe ke 60 perajin tempe di seluruh Jawa agar cita rasa tempe yang ia buat dapat sesuai dengan cita rasa asli Indonesia. Nggak hanya perjuangan mencari rasa tempe yang tepat saja, Rustono pun sempat kesulitan mendapat izin produksi tempenya di Jepang. 
Si "Juragan Tempe" yang Berhasil Sukses di Luar Negeri 3
Photo Source:  Travel Kompas
Selain izin produksi di Jepang, proses pembuatan tempe di Jepang juga sedikit mengalami rintangan karena iklim di Jepang yang memiliki 4 musim sedangkan untuk fermentasi tempe diperlukan kelembapan 60 sampai 90 persen yang hanya bisa didapat di musim panas. Namun, berkat penelitian kecil-kecilan, Rustono pun berhasil mengatur kelembaban pada segala musim di dalam ruangan produksi.
Si "Juragan Tempe" yang Berhasil Sukses di Luar Negeri 4
Photo Source: 
Kini, hasil kerja kerasnya terbayarkan karena dalam sehari Rustono dapat memproduksi 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram, dan dipasarkan di supermarket besar di Jepang. Bahkan, kini ada temannya dari Prancis yaitu Ana Larderet yang ikut belajar pembuatan tempe darinya, dan berhasil memasarkan tempe di Prancis.
Sekarang, masih berani meremehkan kelezatan tempe yang bahkan sudah terkenal hingga manca negara?