Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Sejarah Makanan Kaleng: Dari Zaman Perang Hingga Sekarang

PitacilyPitacily
Sejarah Makanan Kaleng: Dari Masa Perang Hingga Sekarang1
www.womenfitness.net
Dari artikel sebelumnya mengenai Dampak Baik & Buruk Makanan Kaleng, kamu sedikit banyak bisa lebih tahu tentang apa keuntungan dan kerugian dari menyantap makanan kaleng. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata pengawetan makanan sudah ada sejak tahun 12.000 SM. Nah, biar lebih tahu bagaimana perkembangan proses pengawetan dengan kemasan kaleng, yuk baca ulasannya di bawah ini.
Makanan Kaleng2
Photo Source:  www.foodandwine.com
Menurut National Center for Home Food Preservation, pengawetan makanan pertama kali dilakukan sejak tahun 12.000 SM. Saat itu, orang-orang Amerika mencoba mengawetkan makanan dengan proses mengeringkan, memanggang, mengasinkan, atau mengasamkan makanan. Sayangnya, semua proses tersebut kurang berhasil dilakukan. Salah satu alasannya adalah karena makanan yang diawetkan lebih sering kehilangan rasa aslinya dan cenderung memiliki rasa aneh.
Saat masa perang tiba, pengawetan makanan menjadi sebuah masalah karena malah membuat nutrisi para militer menjadi tidak baik. Suatu hari di tahun 1795, Napoleon menawarkan hadiah 12.000 franc bagi siapapun yang berhasil menemukan cara terbaik untuk mengawetkan makanan untuk para tentara militer. Akhirnya, seorang pria bernama Nicola Appert memberikan ide untuk mengemas makanan ke dalam botol kaca, menutup botol dengan gabus, kawat, dan lilin penyegel kemudian merebus botol selama 12 jam. Sejak itu, proses pengawetan makanan dengan panas dinamakan "appertisasi." Pada tahun 1804, Nicola Appert bereksperimen mengawetkan makanan pada sebuah kaleng yang ditutup rapat dan kemudian diamati selama berbulan-bulan. Pada akhirnya, di tahun 1810, Nicola Appert secara resmi berhasil mempublikasikan metode pengawetan tersebut. Uniknya, makanan kaleng ini akhirnya populer sebelum alat pembuka kaleng dibuat. Saat itu, kaleng makanan hanya dibuka dengan cara ditusuk dengan pisau para tentara militer.
Teknik pengawetan makanan di kaleng akhirnya mulai meluas sejak meninggalnya Nicola Appert pada 1841. Sebelum wafat, ternyata dia sudah meninggalkan sejarah pengawetan makanan. Sejak saat itu, banyak dari produsen makanan yang meniru cara dari Nicola Appert. Di abad ke-19, makanan kaleng pun menjadi populer lagi karena banyak digunakan sebagai sumber pangan bagi para tentara dan prajurit dalam perang.
Sampai saat ini, pengembangan dan produksi makanan kaleng masih berjalan, dan tentu saja tidak hanya diperuntukkan untuk prajurit dalam perang, melainkan juga sangat membantu orang-orang sibuk yang tidak punya waktu banyak untuk menyiapkan masakan di rumah. Dengan rasa dan nilai gizi yang tidak jauh berbeda dengan makanan segar, itulah yang menjadi alasan kenapa makanan kaleng sampai saat ini masih berjaya.