Sejarah Labu Identik dengan Perayaan Halloween

Feb Pradana

Feb Pradana

Mors certa, hora incerta.

Setiap tahunnya, orang-orang di seluruh penjuru dunia merayakan Halloween pada akhir bulan Oktober. Satu yang paling identik adalah buah labu. Hampir di setiap tempat yang merayakan Halloween, pasti ada dekorasi atau bahkan buah labu sungguhan. Buah yang banyak terdapat di wilayah Amerika Utara ini diukir bagian depannya setelah mengosongkan isinya.

Bagian depan yang diukir biasanya menggambarkan berbagai bentuk, utamanya monster. Tak hanya itu, bagian dalam diisi berbagai jenis pencahayaan mulai dari senter sampai api di lilin. Namun, mengapa buah labu? Dan kenapa identik dengan perayaan Halloween? Dilansir dari History, Qraved punya jawabannya loh!

Sejarah Labu Identik dengan Perayaan Halloween

Photo source: Ripleys

Akar dari keberadaan buah labu tak lepas dari kehadiran sosok bernama Stingy Jack atau Si Pria Pelit yang akhirnya menjelma jadi Jack O’ Lantern atau Jack of the Lantern, Si Pria Lentera. Pada abad ke-17 di Irlandia, dikisahkan ada pria bernama Stingy Jack yang mengundang Iblis ¬†untuk minum bareng di sebuah kedai. Namun sesuai namanya, Jack enggan untuk membayar dan meminta Iblis melakukannya. Lewat tipu daya yang dilakukannya, Jack berhasil membujuk Iblis untuk mengubah diri menjadi uang koin agar bisa membayar minuman.

Saat Iblis mengubah dirinya jadi uang koin, Jack memperdayanya dengan memasukkan dia ke dalam kantung dan agar tidak bisa kabur atau berubah ke bentuk semula, Jack menggunakan Salib Perak. Akhirnya, Jack membebaskan Iblis dari wujud koin dengan catatan dirinya tak diganggu selama satu tahun dan andai ditakdirkan meninggal, Iblis tak mengambil nyawanya.

Sejarah Labu Identik dengan Perayaan Halloween

Photo source: Inhabitat

Setahun kemudian, Jack kembali menipu Iblis dengan naik ke atas pohon untuk mengambil buah-buahan. Sayangnya saat Iblis naik, Jack mengukir batang pohon menjadi bentuk Salib dan membuat setan berjanji tak mencabut nyawanya sampai 10 tahun kemudian. Singkat cerita, Jack meninggal. Namun, jiwanya tak diterima Tuhan di Surga akibat perbuatannya. Karena janjinya dengan Iblis, Jack juga tidak dibolehkan masuk Neraka.

Jack akhirnya kembali dan dikutuk selamanya di bumi dengan bekal hanya api untuk menerangi jalannya. Api tersebut akhirnya dia taruh ke dalam lobak yang sudah diukir bagian dalamnya. Sejak saat itu, Jack diisukan terus mendiami bumi dan berkeliling.

Sejarah Labu Identik dengan Perayaan Halloween

Photo source: Sndimg

Dan sejak itu pula, orang-orang di Irlandia dan Skotlandia gemar membuat ukiran seperti yang dibuat Jack dengan buah lobak atau kentang. Sementara warga Inggris menggambar wajah menyerupai Jack O’Lantern atau disana disebut Will O’Wisp, dengan menggunakan buah bit. Mereka berharap, ukiran buah dengan pencahayaan yang ditaruh di jendela, bisa menghindarkan rumah dari kedatangan Jack.

Penggunaan buah labu baru dilakukan oleh imigran asal Irlandia yang tiba di Amerika Serikat. Pasalnya di sana buah labu jadi komoditi yang mudah untuk didapat dan masa panennya adalah setiap Oktober. Pada akhirnya, perayaan Halloween identik dengan buah labu yang diukir dan diberi pencahayaan. Meski demikian, buah yang kali pertama ditemukan penjelajah Prancis, Jacques Cartier tahun 1584 dengan nama gros-melon di Amerika Utara, punya banyak manfaat loh buat sehari-hari, mulai dari kaya akan Vitamin A, B, protein, sampai serat. Jadi, udah siapin dekorasi labu buat Halloween kamu?

Sejarah Labu Identik dengan Perayaan Halloween

Photo source: Hswstatic

Let us know what you think?

  • Post Comment
    Cancel