Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Beberapa Tragedi Warung Makan yang Mematok Harga Selangit!

Chandra WijayaChandra Wijaya
Beberapa Cerita Warung Makan yang Harganya Selangit1
Vemale.com
Saking kerasnya hidup, mencari nafkah dengan kecurangan pun sah-sah saja dilakukan oleh banyak orang. Mungkin beberapa dari kamu sudah sering membaca berita tentang warung makan pinggiran yang memiliki total hingga ratusan ribu, sedangkan pesanannya hanyalah dua atau tiga piring makanan. Supaya kita lebih berhati-hati lagi, coba simak tragedi yang pernah terjadi ini. Mulai kini tak ada slahanya kok untuk bertanya terlebih dahulu tentang harga makanannya saat makan di pinggiran, terutama di warung makan kawasan wisata! 

Rumah Makan Anyer

2
Photo Source:  Vemale.com
Cerita ini sempat heboh beberapa waktu lalu berkat postingan di Facebook. Bayangkan, saat kamu sedang asyik makan sambil berkumpul bareng keluarga, lalu saatnya pulang kamu seketika muntab dan terkejut karena melihat bon yang luar biasa tak wajar. Betapa tidak, harga dua porsi nasi di Rumah Makan Anyer ini mencapai Rp 90.000, lalu 3 Cah Kangkung Rp 200.000. Maka jadilah total bonnya sebesar Rp 1.000.000, untuk ukuran warung makan super sederhana dan jauh dari eksklusif. Pelajaran dari sekarang, beranilah untuk bertanya dahulu saat makan di tempat asing saat liburan.

Lesehan di Malioboro

3
Photo Source:  yogyakarta.panduanwisata.com
Menikmati makan malam sehabis beraktivitas seharian di Malioboro memang menyenangkan. Suasana dan keriaannya pun menemani tongkrongan para pengunjung. Tapi tahukah kamu, beberapa waktu lalu ada seorang warga Jogja yang mengunggah foto kwitansi sehabis makan di sana. Totalnya Rp 250.000 - Rp 300.000! Isinya pun cuma sekedarnya, yaitu bebek goreng, satu porsi nasi, gudeg, serta dua gelas es teh manis. Porsi yang biasa kita pesan di warung makan lainnya. Ternyata terdapat beberapa faktor pendukung yang membuat harganya mahal, seperti penggunaan bahasa dan kendaraan yang dibawa. Wah, hati-hati, guys!

Restoran di Pulau Bintan

4
Photo Source:  Kompasiana
Pengalaman satu netizen di Pulau Bintan juga sempat buat heboh. Lihat saja foto bill ini, bikin geleng-geleng kepala! Memang benar, tempat makan yang dikunjungi netizen ini berupa restoran kelas resort dan hotel bintang 5, namun jumlah lauk yang dipesan, bahkan porsinya yang super sedikit membuat harganya jauh tak sebanding. Bisa dilihat, nasi goreng 7 porsi seharga Rp 2.941.993. Mau naik haji kah penjualnya?

Warung Tenda Pekan Raya Jakarta

5
Photo Source:  Bintang.com
Nah ini, harus esktra hati-hati saat jalan-jalan di PRJ. Teliti dulu tempat makan yang akan kamu singgahi, karena banyak pedagang di sini yang sering membanderol harga tak masuk akal. Pernah ada seorang netizen bernama Dimas, kala itu ia hanya menyantap nasi goreng. Penyajiannya pun se-sederhana nasi goreng street food pada umumnya, sangat jauh dari penyajian nasi goreng hotel bintang 5. Tapi mau tahu harganya? Rp 50.000! Melihat harganya yang setinggi itu, banyak pula yang bersikeras tidak membayar lalu membuat para pedagang tetiba memanggil "backing-an" dengan mengancam. Luar biasa!

Warung Indomie Puncak Pass

6
Photo Source:  idws.id
Malam-malam dengan cuaca yang dingin, memang enak kalau menyantap semangkuk Indomie hangat bareng teman ataupun keluarga. Tapi kali ini kamu harus tetap hati-hati, ada baiknya kalau diteliti dengan seksama dulu warung makan yang akan kamu sambangi. Tak sedikit juga, lho, orang-orang yang menjadi korban atas penembakan harganya. Masalahnya, banyak yang sengaja tidak mencantumkan harga agar orang dapat langsung memesan.  Salah satu korban yang sangat tidak masuk akal, pernah ada yang mendapati bill seharga Rp 245.000 untuk semangkuk Indomie, telur ceplok, dan jagung bakar. Bahkan kalau harganya Rp 100.000 saja sudah tak masuk akal. Sudah segitunya orang-orang mencari nafkah, ya.