Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Sebelum Makan di Warteg, Baca Ini Dulu!

Iqra RabikaIqra Rabika
Asal-Usul Warteg Yang Tidak Sesederhana Dugaanmu1
Sebelum Makan di Warteg, Baca Ini Dulu!
Hampir di tiap sudut tempat perkotaan, tampaknya kamu bisa dengan mudah menemukan warteg atau warung Tegal. Tempatnya biasanya sederhana dan khas dengan dinding kaca yang  di tengahnya bertuliskan "warteg", dan menawarkan aneka menu makanan, dengan harga yang cukup murah!
jokowi makan di warteg2
Photo Source:  okezone
Menariknya, warteg ternyata nggak hanya ada di Indonesia saja, bahkan di Amerika tepatnya di New York pun kamu bisa menemukan warung khas Tegal ini. Meski tempatnya tidak mewah dan menu-menunya sederhana, warteg banyak berjasa karena sering jadi penyelamat di kala perut keroncongan. Tidak hanya kalangan masyarakat menengah ke bawah saja yang mau mampir ke warteg, bahkan Presiden Jokowi saja ternyata juga suka makan di warteg, lho! Sebenarnya bagaimana sih awalnya ada warteg?
nasi ponggol warteg3
Photo Source:  Sebuah jam analog di zaman digital
Kemunculan warteg rupanya berawal dari ketidaksengajaan dan hampir bersamaan dengan pembangunan di Jakarta makin berkembang pesat di tahun 1960-an. Pada masa itu banyak masyarakat Tegal yang memutuskan untuk merantau menjadi pekerja bangunan. Di saat para suami bekerja, para istri memulai usaha kuliner asal Tegal yaitu Nasi Ponggol, yang berisi lauk pauk berupa sambal tahu dan tempe yang dibungkus dengan daun pisang. Karena harga yang murah dengan porsi yang lumayan banyak, nasi ponggol ini pun laris manis di kalangan para pekerja bangunan. 
warteg zaman sekarang4
Photo Source:  hipwee
Seiring berjalannya waktu, nasi ponggol yang dijual tidak hanya di sekitaran lokasi proyek saja dan mulai memasuki pemukiman warga dan dijual di bedeng (bangunan tidak permanen di sekitar proyek). Dan pada tahun 90-an, banyak warteg yang lumayan sukses pindah ke bangunan yang lebih permanen, seperti yang banyak kita jumpai sekarang.  Kini nggak hanya pekerja bangunan saja yang hobi makan di warteg, anak kost-an juga sebagian karyawan kantoran juga jadi pengunjung setia warteg karena harganya yang murah!