Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

6 Mitos Tentang Makanan yang Sebenarnya Menyesatkan

Ganesha WandaGanesha Wanda
6 Mitos Tentang Makanan yang Sebenarnya Menyesatkan1
shutterstock
Pastinya kamu sering kali mendengar kabar mengenai beberapa makanan yang tidak baik dikonsumsi secara bersamaan, atau makanan yang tidak menyehatkan, dan informasi  lainnya. Nah, sebelum mempercayainya mending cari tahu dulu mengenai keberanarannya. Kali ini Qraved bahas 6 mitos makanan yang sering menyesatkan yang sering berseliweran di sekitarmu.

Makan udang dengan vitamin C bisa menyebabkan keracunan

2
Photo Source:  redlobster
Pertama soal mengonsumsi udang dan vitamin C dalam waktu bersamaan bisa menyebabkan kematian. Hal tersebut disebabkan arsenik yang terkandung dalam udang berinteraksi dengan vitamin C. Tapi, ternyata kabar itu nggak benar lho! Vitamin C justru mengandung antioksidan yang bisa menetralisir kolesterol yang terkandung dalam udang. Lagipula, kita pasti sering menjumpai olahan seafood yang menggunakan bahan bervitamin C seperti lemon, jeruk nipis, dan daun jeruk. Kalau perpaduan ini berbahaya pastinya kita sudah menemukan banyak orang yang akan terkena dampaknya ya. 

Terlalu banyak mengonsumsi kacang akan menyebabkan jerawat

3
Photo Source:  seriouseats
Banyak orang terutama kaum wanita nih yang takut mengonsumsi kacang dikarenakan takut berjerawat. Namun, sebuah riset dari American Academy of Dermatology menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar nih! Kacang memang mengandung kandungan lemak, namun kandungan tersebut tidak sampai membuat penumpukan lemak pada pori-pori kulit.  Beberapa jenis kacang bahkan baik lho untuk merawat kulit karena mengandung asam oksalat, seperti kacang almond, kacang mete, dan kacang kedelai.

Mengonsumsi alpukat dapat menyebabkan gemuk

4
Photo Source:  foods4betterhealth
Alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tetapi lemak yang terdapat dalam alpukat merupakan lemak tidak jenuh tunggal. Asam lemak tak jenuh pada alpukat bisa bermanfaat untuk memperbaiki kadar kolesterol dan memproteksi kerusakan pada arteri tubuh. Hmm, mungkin yang harus kamu perhatikan cara penyajian alpukatnya, seperti penambahan susu kental manis atau ice cream yang memang mengandung banyak lemak.  

Mengonsumsi buah setelah makan lebih dianjurkan

5
Photo Source:  therwer
Pasti kamu sering mendengar deh kalau buah lebih baik dijadikan makanan penutup atau pencuci mulut. Atau waktu kecil kamu pasti sering mendengar orang tua bilang bahwa makan buah sebelum makan nasi bisa menyebabkan sakit perut. Padahal buah mengandung banyak serat dan fruktosa yang merupakan karbohidrat sederhana, di mana keduanya mudah sekali untuk dicerna oleh tubuh. Jadi, kalau kamu mengonsumsinya setelah makan besar, buah yang mudah tercerna justru menjadi cepat busuk yang kemudian akan mengeluarkan gas yang menjadi penyebab kembung. Hmm, memang tidak ada aturan pastinya sih tapi akan lebih baik jika buah-buahan dikonsumsi terlebih dahulu sebelum makan besar. 

Wanita tidak baik mengonsumsi banyak mentimun

6
Photo Source:  med-stanford
Selain kacang yang menyebabkan jerawat, banyak pula kaum hawa yang menghindari mengonsumsi mentimun karena dianggap menjadi penyebab keputihan. Padahal mentimun mentimun ini mengandung banyak air dan sangat baik untuk kesehatan tubuhmu. Kandungan vitamin A,B, C, mineral, magnesium, kalium, mangan, dan silika mampu merawat kulit, melancarkan pencernaan, dan mengobati diabetes. Mentimun juga mengandung kukurbitasin C yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.  Selain itu, keputihan disebabkan oleh faktor infeksi dari bakteri, jamur, parasit dan virus bukan dari makanan. Memang makanan jenis tertentu memungkinkan jamur berkembang biak di dalam tubuh, dan tidak menutup kemungkinan jamur penyebab keputihan. Namun, secara umum mentimun bukanlah penyebab dari keputihan.

Mengonsumsi telur menyebabkan bisul

7
Photo Source:  dw
Telur merupakan sumber protein yang baik dan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh. Namun, telur juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang paling sering menimbulkan alergi. Sedangkan bisul muncul akibat infeksi bakteri atau alergi. Jadi, bukanlah telur yang menyebabkan terjadinya bisul namun alergi terhadap telur yang bisa menimbulkan bisul.