Sign In

H.E.M.A. Resto

6 Reviews
Dutch
Tebet100rb - 200rb
Hours 10:00 - 22:00Open Now

MenuSee full menu >

PhotosSee all photos >

Reviews of H.E.M.A. RestoSee all reviews >

  • 5
  • 4
  • 3
  • 2
  • 1
3.4
7 ratings
Sri Titoet
0 photos
1 reviews
complaint
Saya pelanggan HEMA Keamng Pratama. Menu di HEMA memang saya sangat suka, begitu juga kue keringnya, KAASSTENGELS....lekker. Dan saya suka membeli kaasstengels ini di HEMA Tebet karena denkat dengan kantor saya. Tapi pada hari ini, Rabu, 15 Juni 2016, jam 1pm, saya KECEWA dengan receptionist (perempuan) yang menerima telpon saya pada waktu tsb. Saya rencana mau beli kaasstengels dan bertanya ukuran yang ada, tapi pembicaraan belum selesai, si receptionist menutup telpon secara sepihak. Apakah pihak restaurant tidak mendidik karyawannya agar sopan santun kepada semua customer? Niat beli jadi batal dan saya tidak akan rekomendasikan HEMA dengan pelayannya yang tidak sopan, sampai nanti pihak restaurant mendidik dengan benar karyawannya bagaimana seharusnya bersikap kepada semua customer!!!
Rian Farisa
26 photos
24 reviews
Meskipun dulu kekuasaan Belanda cukup meliputi seantero negeri ini namun sesungguhnya agak sulit untuk mencari peninggalan kulinernya yang utuh, bahkan di Jakarta sekalipun. Selain berbagai kue khas Lebaran, resep oma, atau menu tambahan di berbagai restoran, jarang memang menemukan restoran yang tampil berani dengan ke-Belanda-an yang dimilikinya. Tentu salah satu yang sedikit itu adalah HEMA. HEMA mungkin memiliki banyak cabang di Jakarta tapi jarang yang tampil serius bila disandingkan dengan restoran-restoran canggih yang berhaluan masakan negeri tetangganya yaitu Prancis. Penyajian masakan-masakan khas Belanda di HEMA terbilang rustic dan dibanderol dengan harga kelas menengah. Ini menjadikannya cocok bagi mereka yang berada pada level perkenalan, namun bila ingin mendalami kuliner Belanda di Jakarta, mungkin kunjungan ke beberapa restoran kenamaan di daerah Kemang bisa jadi lebih cocok. Meskipun demikian selalu menyenangkan datang ke HEMA apalagi dengan alasan penghematan namun dengan gengsi bersantap makanan Barat - sebuah paradigma yang senang dianut orang Indonesia sayangnya. Cobalah memulainya dengan salad para tentara Hussar atau dikenal dengan nama Huzarensla yang kaya akan mayonnaise, sayur, buah, dan telur. Lalu jangan lupa mengakhirinya dengan Poffertjes yang dibumbui gula tepung serta es krim vanilla. Bila ingin menikmati menu utamanya, dua pilihan utama yaitu Hutspot met Klapstuk atau diterjemahkan dengan masakan kentang yang dimasak dalam panci (hutspot) lalu dipertemukan (met) dengan daging sapi bagian sandung lamur (klapstuk = beef brisket) dan menggunakan saus creamy. Satunya lagi adalah Stammpot met Worst yang kali ini kentangnya dikombinasikan dengan sosis dan menggunakan saus agak cair serta pedas. Khusus untuk Hutspot met Klapstuk, sebetulnya hidangan ini cukup menjanjikan di awalnya dari segi rasa namun karena teksturnya yang melulu creamy dan berisikan kentang tumbuk yang banyak maka pada akhirnya terasa agak membosankan. Lain dengan pasangannya yaitu Stammpot met Worst yang lebih berwarna, meskipun memang bagi kita yang terbiasa memadukan kentang dengan steak, maka pilihan yang satu ini bukanlah suatu hal yang akan gemar kita konsumsi setiap saat. Well, in any case, HEMA is not a bad choice but certainly we could use more elaborated yet affordable Dutch cuisine in Jakarta.

Featured in articlesSee all articles >

7 Jajanan Jaman BELANDA Yang Masih Bertahan Sampai Sekarang!

Featured in guidesSee all guides >