Sign In

Mika Japanese Bistro

5 Reviews
Japanese
Tebet100rb - 200rb
Hours 10:00 - 22:00Closed

MenuSee full menu >

PhotosSee all photos >

Reviews of Mika Japanese BistroSee all reviews >

  • 5
  • 4
  • 3
  • 2
  • 1
3.3
8 ratings
Sintya W
4 photos
10 reviews
Nice ambience
Dari jaman kuliah sampai sekarang suka banget nongkrong lama-lama di sini karena suasananya enak banget, gak terlalu ramai, dan yang paling penting sih interiornya yang unik. Penuh sama buku-buku tua dan pajangan vintage. Kalau masalah menu, dulu suka banget pesan nachos, tapi sayang sekarang sudah gak ada lagi menu itu. Nice deh buat ngobrol lama sama temen. β˜ΊοΈπŸ‘ŒπŸ»
Mullie Marlina
61 photos
32 reviews
Mika Japanese Bistro merupakan sebuah restoran baru yang buka di mall Kota Kasablanka sejak awal January 2013 lalu. Restoran ini masih satu grup dengan restoran Katsusei dan Toranomon yang berlokasi di dalam mall Grand Indonesia. Konsep restoran ini begitu unik dengan penataan barang-barang vintage di meja makan serta sekeliling restonya. Area restonya luas, dekorasi interiornya cantik, minimalis modern didominasi dengan warna kayu, dan penerangan yang temaram membuat suasana makan terasa lebih warm, homey dan nyaman. Ada pula sebuah rak buku yang berisi barang-barang vintage seperti sepeda kuno, buku-buku kuno, beberapa foto chef Jepang dan kru restoran, serta banyak lagi lainnya. Menu yang berkesan bagiku adalah Gyu Tataki seharga Rp. 38.000,-, Shitake Mushroom Soup seharga Rp. 25.000,- , Ebi Katsu Wrap seharga Rp. 54.000,- dan Banoffee Pie seharga Rp. 40.000,-. Gyu Tataki adalah menu appetizer Pan-seared Wagyu Beef yang diiris tipis dan diberi special sauce ala Mika. Dagingnya memang tipis tapi enak sekali, empuk dan sedikit asin. Taburan bawang goreng dan daun alfafa di atasnya membuat masakan ini menjadi harum. Penyuka jamur juga wajib mencicipi Shitake Mushroom Soup yang dibuat dari kombinasi 2 jenis jamur yaitu fresh shitake dan jamur Champignon. Tekstur supnya cukup kental, sedikit asin dan disajikan dengan beberapa garlic bread sebagai pelengkapnya. Untuk main course, Ebi Katsu Wrap di sini layak untuk dicoba. Porsinya besar, lapisan luar kulitnya adalah kulit kebab dan isi di dalamnya cukup padat, ada daging udang katsu, jagung, irisan jamur, selada dan saus mayo. Side dishnya bisa pilih antara potato wedges atau french fries. Banoffee Pie di sini menjadi penutup yang manis sekaligus sweet ending yang tidak bisa dilupakan. Banoffee Pie diambil dari kata Banana + Coffee. Komposisi pisang dan kopi yang dibuat menjadi pie manis berlapis cokelat, caramel sauce dan ada taburan bubuk kopi serta cream diatasnya terasa sempurna. Tekstur pie lembut dan isi di dalamnya padat. Harum aroma kopi dan pisangnya juga menggugah selera. Jika kamu ingin mencicipi menu masakan fushion Jepang, Mika Japanese Bistro ini bisa menjadi satu pilihan kulinermu. Service yang bagus, pelayanan yang cepat, rasa makanan yang enak serta harga yang reasonable, menjadikan Mika Japanese Bistro salah satu restoran favoritku.
Shinta Himura
23 photos
11 reviews
Suatu hari di Kota Kasablanka, gue kepengen makan pasta. Setelah nyoba pasta di Market Bar, kali ini mau nyari restoran lain lagi. Tapi sebenernya yang bikin gue belok ke Mika Japanese Bistro adalah Banoffe Pie-nya. Karena pertama kali nyoba Banoffe pie di Mama Goose, enaknya kebangetan, gue merasa yang ini juga kudu dicobain. Pas liat menu Mika, kebetulan banget, Japanese Bistro ini punya varian menu pasta yang lumayan. Butuh beberapa menit sebelum memutuskan pasta mana yang wajib dicoba. Sementara partner makan memilih Mika's Homemade Basil Pesto, gue memilih Kimchi Pasta. Basil Pesto-nya disajikan bersama fettucine, rasa gurih dan potongan ayam di pasta ini bakalan bikin nagih. So far, best pesto yang pernah gue rasain daripada beberapa restoran lainnya. Apa mungkin karena menggunakan Fettucine alih-alih spaghetti? Ngelirik ke Kimchi Pasta punya sendiri, rasanya nggak semenggiurkan Basil Pesto. Tapi marilah kita coba. Dari warnanya yang kemerahan sih, meyakinkan pasta ini bakal sama rasanya seperti kimchi asli, pedes dengan sensasi asam. Yang didapat tidak demikian. rasanya jauh dari kimchi, kurang pedas dan kurang asam. Tapi pasta asam pastinya akan aneh banget nggak? Pun sedikit-sedikit kimchi-nya masih terasa di lidah pas ngemut si sawi putih. Koleksi mocktail di mason jar-nya biasa aja. Jadi gue langsung memesan Banoffe Pie sambil mengeset rasa Banoffe Pie punya Mama Goose sebagai benchmark. Hmm, Mika's Banoffe Pie menang secara ukuran yang lebih besar. Taburan kopi di atas creamnya pun lumayan. Menggali lebih ke bawah, irisan pisang-nya terlalu kematangan jadi manis banget. Di bawah pisang masih ada lapisan cokelat yang lumayan tebal dan enak. Sayangnya, kulit pai di sini nggak pas dengan lidah gue. Ada rasa kasar seperti makan gula pasir waktu ngemut kulit pai. Akhirnya si Banoffe Pie dioperasi dan meninggalkan lapisan kulit tersisa di piring. Sambil mengistirahatkan perut, gue keliling melihat interior Mika. Paduan dinding putih dengan furnitur hitam jadi signature di sini. Ada spot perapian dengan lemari buku yang berisikan buku-buku a la abad pertengahan dan banyak bason jar. Di tengah ruang, dipisahkan dengan rak penuh beragam aksesoris. Di sisi yang menempel dengan open kitchen juga ada rak putih dan foto-foto a la mini instax yang tergantung di benang tambang. Lokasi yang pas buat bikin pemotretan.
Putri Laksono
2 photos
14 reviews
MIKA
Dekorasinya cantik dan luas. Namun pilihan menunya sedikit. Hari ini nyobain beef korubi suka sama taste beef nya bumbu sederhana, ringan dan pas. Orangr mojito nya biasa, sedangkan yogurt parfaitnya tampilan manis tp rasa so so lah... Yg pasti matcha ice cream bya pake hagen dasz Yg bikin comfy adalah pelayanan sangat ramah dan dpt menjelaskan isi detail menu dengan baik.

Featured in articlesSee all articles >

5 Restoran Jepang di Jakarta dengan Omurice yang LezatLoco Moco: Hidangan Tradisional Hawaii yang Kini Hadir di Jakarta7 Makanan yang Cocok Untuk Kamu yang Baru Putus Cinta

Featured in guidesSee all guides >

SeafoodPasta