Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Minuman Kaleng Rawan Dikencingi Tikus?

PitacilyPitacily
Minuman Kaleng Rawan Dikencingi Tikus? 1
www.dw.com
Beberapa waktu lalu, berbagai informasi di dunia maya ramai memberitakan soal ada anggota keluarga yang meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman kaleng yang dibawa saat piknik. Dari hasil autopsi menyebutkan bahwa dua anggota keluarga tersebut positif terkena penyakit Leptospirosis. Penyakit yang diakibatkan bakteri Leptospira sp. ini biasanya ditularkan dari hewan ke manusia, dan salah satu sumber penularannya dari urin tikus. Peristiwa yang dialami anggota keluarga tersebut pun, kabarnya dipicu karena mereka mengonsumsi minuman kaleng tanpa menggunakan gelas. Hasil tes pun menunjukkan bahwa bagian atas kaleng tersebut telah terinfeksi urin tikus yang sudah mengering. Apa ini benar-benar bisa terjadi?
Minuman kaleng biasanya ditempatkan di dalam gudang penyimpanan dan langsung diantarkan ke toko-toko tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Hal tersebut yang mengakibatkan bagian atas minuman kaleng mudah terkontaminasi beragam kotoran dan kuman yang terbawa oleh debu atau yang lebih parahnya lagi adalah urin tikus. 
Meski informasi di atas memang masih simpang siur dan tidak memiliki sumber yang pasti, namun tidak ada salanya kita mulai lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan tertentu dan selalu memperhatikan kebersihan kemasannnya. Karena kemungkinan-kemungkinan seperti kemasan kaleng dikencingi tikus atau hewan lain itu bisa saja terjadi. Apalagi, penyakit Leptospirosis memang nyata adanya. Ada baiknya jika sebelum kamu akan meminum atau menyantap makanan dari kemasan kaleng, sebaiknya bersihkan dulu bagian atas kaleng dengan air hangat untuk menghindari segala penyakit atapun bakteri yang sudah menempel pada kaleng tersebut. 
Selain kemungkinan terkena Leptospirosis, terlalu sering meminum minuman kaleng dapat memicu risiko diabetes, dikarenakan minuman kaleng mengandung kadar glukosa dan fruktosa yang sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Tingginya kadar glukosa dan fruktosa juga dapat menghambat proses pembakaran lemak di dalam tubuh sehingga memicu seseorang untuk terkena obesitas. Dan demi kesehatan, Qraved pun menyarankan agar kamu mulai mengurangi konsumsi minuman kaleng dan sebaiknya perbanyak air mineral yang jelas sudah pasti sehat bagi tubuh.