Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Kerasnya Kehidupan di Balik Dapur Restoran!

Chandra WijayaChandra Wijaya
Kerasnya Kehidupan di Balik Dapur Restoran!1
Kerasnya Kehidupan di Balik Dapur Restoran!
Bagi kita yang selama ini datang ke restoran hanya untuk memesan lalu menyantap menu favorit, yang kita tahu hanya representasi sajian yang sudah siap santap. Padahal, di balik semua itu, ada proses panjang yang mesti dilakukan para koki. Perlu diketahui, tugas koki bukan sekadar memasak, namun lebih dari itu. Banyak rintangan dan cobaan yang dilalui seorang koki dalam perjalanan kariernya.  Bahkan bisa dibilang, proses a la militer telah mereka rasakan pula. Nah, ulasan Qraved kali ini akan membeberkan dengan gamblang kerja keras di balik layar dari para juru masak di restoran. 

Kurang Tidur

Kurang Tidur2
Photo Source:  Flickr
Dimulai dari hal yang paling sederhana. Bukan hal yang mengejutkan jika para koki di dapur harus merelakan jam tidurnya untuk dapat bekerja lagi keesokan paginya, dan ditambah lagi ada banyak hal-hal lain yang juga harus dilakukan selain tugasnya di dapur. Pasti terbayang kan, perjuangan yang mesti harus mereka lakukan untuk tetap selalu semangat dan fokus saat proses memasak. 

Melewati Proses Mental yang Keras

Melewati Proses Mental yang Keras3
Photo Source:  usine-digitale
Ini yang perlu kamu ketahui, menjadi koki itu tidaklah mudah seperti yang kita kira. Banyak sekali tekanan yang harus dihadapi, mulai dari tekanan saat masih menempuh pendidikan dan training, hingga saat sudah menjadi koki profesional sekalipun. Tahukah kamu proses yang dihadapi koki dan tentara itu ternyata beda tipis? Berbagai celaan, pukulan, tendangan, diludahi, bahkan disiram pernah dialami sebagian para koki. Sepertinya itu seperti sebuah proses yang mesti dilewati demi memperkuat mental agar terbiasa menghadapi situasi yang tak terduga. 

Luka-luka

Luka-luka4
Photo Source:  www.shutterstock.com
Selain proses pematangan mental dengan berbagai tekanan, tak jarang sebagian koki juga pernah merasakan luka fisik saat proses memasak, misalnya saja tergores pisau, terkena api kompor, gas beracun, air panas, dan banyak lagi. Dan dalam keadaan cedera, kadang mereka harus tetap bertahan dan terus melanjutkan pekerjaan seharian penuh di dapur. Wow, ketangguhannya memang juara!

Harus Tetap Fokus Saat Orderan Penuh

Harus Tetap Fokus Saat Orderan Penuh5
Photo Source:  taminaaastrid
Bayangkan, saat kertas pesanan sedang menumpuk, para koki harus tetap siaga dan memasak dengan cepat. Namun biarpun begitu, bukan artinya mereka boleh mengesampingkan cita rasa, cita rasa dan gizinya harus tetap terjaga dengan baik. Tekanan dari pikiran seperti ini yang mungkin tidak bisa dimiliki semua orang. Hebat!

Menerima Keluhan Pelanggan dengan Tetap Senyum

Menerima Keluhan Pelanggan dengan Tetap Senyum6
Photo Source:  catering.uiowa.edu
Saat memasak sudah dilakukan sepenuh hati dan sesuai prosedur, namun bisa saja ada pelanggan yang datang dengan aneka keluhannya. Masih untung kalau keluhannya disampaikan dengan baik. Karena nggak menutup kemungkinan ada yang pelanggan yang komplain dengan cara membentak dan brutal. Nah, untuk menanggapi hal itu, para chef harus tetap bisa berlaku ramah dan menyelesaikannya dengan kepala dingin 
Mungkin masih banyak hal lain yang dialami di luar list ini. Dan yang jelas, sekarang kita tahu kalau pekerjaan koki ternyata nggak sebatas mengolah makanan!