Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Antara Urusan Makan, Memanusiakan, dan Hari Pahlawan

Sigit PrasetyoSigit Prasetyo
Antara Urusan Makan, Memanusiakan, dan Hari Pahlawan1
qraved team
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Dari, sepenggal kalimat pembukaan UUD 1945 tersebut, kita bisa tahu belaka, kalau bangsa ini benar-benar mengharamkan adanya perbudakan. Namun, persoalannya, yang terjadi di lapangan tidaklah sama dengan apa yang ditulisan dan telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. (Sebagian) bangsa ini masih suka melakukan praktik-praktik perbudakan.

Tentu praktik-praktik perbudakan yang dilakukan (sebagaian) bangsa ini sudah mengalami perubahan bentuk. Bentuknya mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.

Kini, perbudakan yang ada di Indonesia dibalut dengan konsep pembantu rumah tangga.

Mereka yang kaya, menyisihkan uang yang mereka punya untuk membeli seseorang, menggajinya, lalu mempekerjakan orang tersebut. Dalam masa "belian" itu, seorang pembantu tak boleh memlawan tuannya, meski tertindas. Jangankan melawan, membantah saja tak boleh.

Benar juga kalau mereka di gaji untuk melakukan kerja-kerja yang sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh tuannya. Namun, yang harus digaris bawahi, meski telah menggaji, bukankah tuan tersebut tak boleh serta merta memperlakukan sang pembantu dengan semena-mena? Bukan kah mereka juga manusia seperti tuannya? Kenapa manusia justru memperlakukan manusia layaknya binatang saja? Sampai-sampai si pembantu tak boleh bergumul dengan tuannya. Sampai-sampai harus dibuatkan menu khusus ketika makan di restoran berkelas. Atau sampai-sampai harus makan lain meja. 

Urusan makan, memang urusan manusia. Semua manusia juga harus makan untuk hidup. Itu benar. Tapi, bukankah urusan makan juga merupakan urusan memanusiakan manusia?

Ada hal yang (terlalu) sering dilupakan oleh kita: bahwasanya pembantu itu juga pahlawan. Pahlawan devisa ataupun pahlawan keluarga kita. Tanpa pembantu, apa jadinya keluarga kita tanpa adanya pembantu ketika kedua orang tua kita bekerja. Berantakan. Dan, ya, tak usah lagi diceritakan lagi panjang lebar.

Tapi, sayangnya, kita sering kali melupakan peran sang pahlawan tersebut. Seolah-olah, ketika kita sudah membayar gaji mereka, semua persoalan selesai dan kita boleh memperlakukan mereka semau yang kita mau.

Karenanya, di Hari Pahlawan ini, mari sebentar kita renungkan. Apa gunanya kita mengagung-agungkan kemajuan jika kita semua masih suka menindas?

 

 

 
Antara Urusan Makan, Memanusiakan, dan Hari Pahlawan2
Photo Source:  Qraved Team