Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Antara Makanan dan Performa Timnas di AFF 2016

Sigit PrasetyoSigit Prasetyo
Antara Makanan dan Peforma Timnas di AFF 20161
Stefano Lilipaly
Meski belum berhasil jadi juara dan kembali hanya menjadi runners up pada kompetisi sepak bola tertinggi negara-negara ASEAN, para punggawa skuat Garuda tetap disambut hangat dan dijamu khusus oleh Presiden Jokowi sembari menyantap makan siang di Istana Negara beberapa waktu lalu. Dan yang perlu kamu tahu, di balik apa yang telah diraih oleh anak asuh Alferd Riedl tersebut, ternyata, ada beberapa makanan yang secara langsung maupun tidak langsung, berpengaruh pada performa Boaz Salossa dan rekan-rekannya dalam ajang AFF 2016 ini. Apa saja itu?  

1. Dendeng Bawaan Andik Vermansyah

2
Photo Source:  selerasa.com
Sebelum berangkat ke Filipina, untuk mengikuti babak penyisihan grup AFF 2016, ternyata Andik Vermansyah tak lupa untuk menyisipkan dendeng di koper bawaannya. "Saya takut makanan di sana nggak cocok dengan perut saya," begitu jelasnya. Maklum, makanan juga menjadi faktor penting untuk menunjang peforma di lapangan. Oleh karenanya, Andik tak mau ambil risiko. Arek Suroboyo itu lebih memilih jalur aman dengan membawa makanan kesukaannya ke Manila.

2. Papeda, Ikan Kuah Kuning dan Anak-Anak Maluku

3
Photo Source:  @yinni.kaixin
Sudah barang tentu kita tahu, kalau dalam skuat asuhan Opa Riedl tahun ini, ada banyak pemain asal Maluku, seperti Abduh Lestaluhu, Rizky Pora, Manahati Lestusen, dan juga Stefano Lilipaly. Nama terakhir, memang tak lahir di Maluku, namun dalam tubuhnya mengalir darah Maluku. Nah, dalam kesempatan libur latihan yang diberikan manajemen sebelum laga final, anak-anak Maluku tersebut lebih memilih untuk pulang ke kampung halaman mereka, untuk sekadar duduk-duduk di tepi pantai sambil menikmati buah kelapa muda segar dan juga menyantap papeda dan juga ikan kuah kuning yang menjadi makanan favorit mereka. Dan jelas, berkat papeda dan pikiran mereka yang fresh itulah, Indonesia berhasil menang 2-1 atas Thailand di leg pertama final AFF 2016.

3. Nasi Goreng yang Membuat Lilipaly Berseragam Merah-Putih

4
Photo Source:  nasgor mafia
Ayah Stefano Lilipay, yakni Ron Lilipaly, rupanya berasal dari Maluku. Karenanya, tak mengherankan juga kalau pada akhirnya Fano, sapaan akbrab Stefano, bisa berseragam Merah-Putih. Namun di balik alasan-alasan formal tersebut, nasi goreng juga punya peran penting dalam mempengaruhi keputusan pemuda kelahiran Arnhem ini. Ya, salah satu alasan Lilipaly membela timnas Indonesia karena, di Indonesia nasi gorengnya enak-enak dan harganya murah. Cukup masuk akal juga, mengingat sejak kecil sang ibu sudah "mencekoki" dirinya dengan masakan-masakan Indonesia, salah satunya nasi goreng. Lagipula, di Belanda sana, nasi goreng juga harganya cukup mahal.

4. Matoa dari Papua untuk Boaz

5
Photo Source:  VegetaFruit
Yang tak kalah unik. Ternyata, Boaz Salossa, sebelum leg kedua final AFF (17/12) lalu, sempat meminta saudaranya untuk membawakan buah matoa. Albert, salah satu keluarga Boaz, pun mengiyakan permintaan itu dan kemudian mengantarkannya ke Hotel Grand Fourwings, Bangkok, tempat menginap punggawa timnas di Thailand.  

5. Cilok Nasi a la Evan Dimas

6
Photo Source:  Ini Resepku Mana Resepmu
Meski sudah merantau ke tanah Eropa, bersama Espanyol, dan mencicipi makanan Eropa yang enak-enak, ternyata lidah Evan Dimas masih saja tertambat di Indonesia. Mantan kapten Timnas U-19 ini, mengaku, masakan ibunya dan juga nasi bebek masih tetap menjadi makanan terenak yang pernah ia nikmati. Namun, di sisi lain, pemuda asal Surabaya ini juga punya kebiasaan unik soal makanan. Ia ternyata sering menyantap cilok dengan nasi. Uh.. bagaimana rasanya? Tanyakan saja pada Evan.