Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Si Hijau Nomor 1 di Dunia

Iqra RabikaIqra Rabika
Cendol Si Hijau Nomor 1 di Dunia - Photo 1
Qraved
Es cendol. Siapa yang tak kenal dengan si hijau yang satu ini? Minuman khas Indonesia yang tidak pernah kekurangan penggemar. Bentuk dan penyajian yang unik, serta bahan dasar pembuatannya yang sangat Indonesia telah menjadikan hidangan penutup ini dikenal dan digemari oleh berbagai kalangan di Nusantara hingga mancanegara. Penyajian cendol lengkap dengan es batu di siang hari yang terik membuat siapa pun tidak bisa menolak untuk menyantapnya.
2
Photo Source:  Kathleen Dewitri
Pada mulanya, cendol sendiri berasal dari Bandung, Jawa Barat yang dilihat mirip dengan hidangan asal Jawa Tengah, yakni dawet. Nama cendol diambil dari kata jendol karena banyak masyarakat yang menganggap bahwa bentuk dan teksturnya dirasakan berjendol-jendol saat berada di mulut. Cendol sudah menjadi hidangan yang populer sejak lama hingga era digital seperti sekarang ini. Beberapa orang memilih untuk membeli, tetapi ada juga orang yang ingin mencoba untuk membuat cendol rumahan sendiri.
Untuk membuat cendol, bahan-bahan yang diperlukan juga sangat mudah ditemukan sehingga siapapun bisa membuatnya. Berbeda dengan dawet yang membutuhkan tepung beras sebagai bahan dasar pembuatannya, cendol membutuhkan tepung kacang hijau (hunkwe) atau tepung pandan sehingga tidak perlu lagi menggunakan pewarna makanan. Selain itu, cendol juga menggunakan santan sebagai kuah dan gula aren (gula jawa)sebagai pemanis.
3
Photo Source:  Kathleen Dewitri
Gula aren (gula jawa) adalah salah satu bagian yang sangat menonjol dan membuat cendol itu sendiri dikenal. Siraman gula jawa yang telah dicairkan membuat rasa pada cendol menjadi sempurna dan siap untuk dinikmati. Warna santan yang merupakan kuah cendol pun akan berubah menjadi coklat cantik sehingga membuat tampilan pada si hijau ini lebih menarik dan menggugah selera.
4
Photo Source:  Kathleen Dewitri
Cendol telah berhasil mengikat lidah para menikmatinya, bahkan pernah dinobatkan sebagai salah satu hidangan penutup ter-enak di dunia, lho! Uniknya, cendol tidak hanya ada di Indonesia karena cendol sudah dikenal oleh berbagai negara. Setiap negara memiliki keistimewaan dan perbedaan dalam membuat dan menyajikan cendol. Jika Indonesia menyebut si hijau ini dengan panggilan “cendol” dan menggunakan gula aren (gula jawa) sebagai pemanis, Malaysia menyebutnya “Penang Road Famous TheoChew” dengan menggunakan gula malaka disertai taburan potongan nangka untuk penyajiannya, dan Singapura memberi tambahan kacang merah sebagai topping pada si hijau yang satu ini.
Namun, karena rasanya yang nikmat dan banyak penggemarnya, cendol sempat menjadi pergunjingan di media sosial karena adanya pihak yang mengklaim bahwa hidangan ini milik Singapura, sehingga beberapa orang turut angkat suara untuk menegaskan bahwa asal mula cendol adalah dari Bandung, Indonesia.
Untuk menyantap hidangan penutup ini kita dapat menemukannya dengan mudah, mulai dari pedagang kaki lima gerobakan dengan harga terjangkau, warung makan sederhana, hingga di restoran yang besar dengan harga yang cukup fantastis untuk ukuran hidangan penutup.
5
Photo Source:  Kathleen Dewitri
Tidak sedikit masyarakat yang menginovasikan cendol dengan menambahkan beragam topping unik, tetapi tetap selaras dengan rasa asli cendol, seperti durian, tape hitam, keju, alpukat dan buah-buahan lainnya. Bukan Cuma buah, beberapa orang juga menambahkan topping seperti biskuit yang membuat tekstur cendol yang ketika sampai di mulut tidak hanya manis, tetapi juga gurih
6
Photo Source:  Kathleen Dewitri
Di jaman sekarang ini, ada banyak kuliner baru yang bermunculan dan sedang naik daun, tetapi cendol masih menjadi alternatif yang bisa dikatakan murah meriah dan dapat disantap berbagai kalangan. Tanpa kita sadari, cendol bukan hanya hidangan penutup yang sama dengan lainnya karena secara tidak langsung cendol juga merupakan salah satu bentuk bangga kita dalam mencintai dan melestarikan kuliner Indonesia.
Penulis: Kathleen Dewitri