Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Kisah Bersejarah dari Kuliner Asli Indonesia bersama Asep Kambali

Happy Ferdian Happy Ferdian
kuliner asli indonesia - Photo 1
Kisah Bersejarah dari Kuliner Asli Indonesia bersama Asep Kambali
Sejarah tentang kuliner tidak hanya soal penciptaannya saja, melainkan juga ada makna yang mengiringi berbagai peristiwa penting dibaliknya. Jika ditilik lebih jauh, hal tersebut dapat menguak beragam kisah menarik.
Seperti yang pernah diceritakan oleh Asep Kambali, seorang sejarawan terkenal sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), setidaknya ada empat kuliner yang memiliki momen terbaik dalam mengiringi berdirinya bangsa Indonesia. Bagaikan mahakarya, legacy cita rasanya bertahan sampai sekarang, dan menjadi favorit banyak orang.
2
Photo Source:  Qraved

1. Sarden

3
Photo Source:  Qraved
Meski tidak sepenuhnya Asli Indonesia, namun jenis ikan ini banyak ditemukan di perairan Nusantara. Menurut Asep, konsumsi sarden telah diketahui sejak ratusan tahun silam sebelum kedatangan penjajah Belanda, yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat dengan cara dibakar atau ditumis dengan bumbu rempah yang menggugah selera.
Sarden yang melimpah di perairan Nusantara menjadi bahan terbaik untuk pangan murah dan bergizi. Seiring berkembangnya zaman, pengolahan ikan ini pun semakin modern guna menjaga kualitas terbaik yang dimilikinya. Seperti yang pernah diceritakan oleh Asep, sarden merupakan salah satu jenis ikan pertama yang dikalengkan, diproses dengan cara terbaik agar tetap lezat dalam jangka waktu lama.
Menariknya, sarden juga pernah terlibat dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Mengutip penjelasan Asep, ikan ini menjadi salah satu menu sahur yang disantap Bung Karno, Bung Hatta dan para pemuda yang hadir saat merumuskan naskah proklamasi yang maha penting sebagai bentuk pernyataan bebasnya Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing di rumah Laksamana Maeda di Jakarta. Menu itu disajikan bersama dengan nasi goreng dan telur, hasil racikan tangan asisten rumah tangga Maeda, Satzuki Mishima.

2. Kopi Tubruk

4
Photo Source:  Qraved
Tidak hanya sarden, kopi tubruk juga ikut meraih momen terbaik dimalam perumusan naskah proklamasi. Racikan kopi ini menemani Bung Karno, Bung Hatta, dan para pemuda tetap terjaga semalaman untuk merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kopi tubruk mampu membuat mereka tetap melek dan bersemangat dalam berdialog dan berdiskusi. Kopi tubruk dipercaya memiliki daya dorong bagi jiwa-jiwa yang progresive dan revolusioner dari pejuang bangsa kita.
Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, terjadi peralihan komoditas perdagangan dunia dari rempah-rempah ke tanaman budidaya yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Salah satunya, penjajah Belanda mengembangkan perkebunan tanaman Kopi. Meski disinyalir tanaman Kopi telah dibawa dan diperkenalkan sejak awal penjajahan Belanda yaitu awal abad ke-17, tetapi penanaman besar-besaran tanaman kopi baru dilakukan saat sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) diberlakukan di Nusantara pada tahun 1830-an.
Kebijakan itu tentunya sangat menindas dan menyengsarakan rakyat. Dan kopi, saat itu belum dapat dinikmati bahkan belum menjadi gaya hidup bagi orang-orang pribumi. Sungguh beruntung bagi kita sekarang ini, yang dapat menikmati secangkir kopi sambil bercengkrama bersama dan berseluncur di dunia maya.
Kopi adalah salah satu komoditi unggul yang tumbuh subur, dan bahkan mampu berkembang menjadi beberapa jenis berkualitas Asli Indonesia, seperti misal kopi Aceh Gayo, Kopi Bali, dan lain sebagainya.
Menurut Asep Kambali, kopi tubruk hadir di masyarakat pribumi dan menjadi tradisi Indonesia dengan citarasa yang unik hingga saat ini. Akhirnya mereka pun mencampurkan bubuknya dengan gula dan air panas bersamaan, alias bertubrukan, namun mampu menciptakan cita rasa Asli Indonesia yang unik. Dari proses itulah nama kopi tubruk berasal.

3. Lodeh Rebung

5
Photo Source:  Qraved
Selain pada masa kemerdekaan, ada pula beberapa kuliner yang turut mewarnai sejarah pembangunan Indonesia. Salah satunya adalah lodeh rebung, yang merupakan hidangan favorit Presiden Soekarno, dan sempat bertahun-tahun menjadi jamuan kenegaraan di Istana Merdeka. Bahannya sederhana namun sarat akan makna, di mana menunjukkan bahwa di negeri ini, semua kekayaan alamnya dapat menjadi sumber kuliner lezat setelah diproses dengan cara terbaik. Lodeh rebung adalah bukti betapa racikan tangan sang ahli mampu menciptakan kuliner yang begitu menggoda selera.

4. Sambal Pecel

6
Photo Source:  Qraved
Selain lodeh rebung, kuliner lezat dan sederhana asli Indonesia namun sarat akan makna juga tampak pada sambal pecel, kuliner lain yang menjadi favorit Bung Karno. Bahkan, masih menurut Asep Kambali, kondimen ini menjadi andalan sang proklamator dalam menyelamatkan selera makannya pada banyak lawatan kenegaraan. Seperti saat di Eropa, presiden pertama Indonesia itu sengaja mencampurkan sambal pecel dan salad untuk membuatnya kembali bersemangat, dan itu terbukti berhasil.
Wah, seru juga ya menilik sejarah unik di balik-balik berbagai kuliner Asli Indonesia. Jadi semakin bangga dengan negeri kita tercinta, iya kan?